4 Tips Keselamatan Saat Bersepeda di Jalanan Kota

Kang Emil Kampanyekan Bersepeda (infobdg.com)

Jalanan di kota di Indonesia kebanyakan memang dipenuhi oleh kendaraan bermotor. Namun banyak juga orang yang menggunakan sepeda sebagai moda transportasi utamanya. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa jadi perhatian untuk pesepeda commuting atau urban cyclist.

Hindari Zona Pintu Mobil
Pintu mobil yang terbuka adalah hal yang bisa membahayakan pesepeda. Pengendara mobil yang akan keluar dari mobilnya kadang kurang memperhatikan apa yang ada di belakang mobilnya. Secara tiba-tiba pintu mobil terbuka dan ‘brak’, seorang pesepeda, atau malah lebih parahnya, pengendara motor, menabrak pintu mobil itu. Cara paling aman adalah umpamakan saja jika banyak pintu mobil yang terbuka, dan ambillah jarak aman kira-kira 1 – 1,5 meter dari badan mobil tersebut. Jika memang lalu lintas sedang padat dan memang harus melewati samping mobil dengan jarak yang rapat, berusahalah lebih pelan dan perhatikan keadaan pada mobil tersebut, apakah memang kosong (parkir) atau sedang akan berjalan.

Hati-Hati saat Berada di Tikungan
Hal itu biasa terjadi pada saat ada mobil atau motor yang berjalan searah dengan pesepeda, kemudian berbelok ke kiri di tikungan yang ada di depan, dan memotong jalur pesepeda yang akan berjalan lurus. Karena itu, saat akan melewati gang atau jalan yang ada di sebelah kiri, tak ada salahnya untuk menengok ke belakang, memastikan apakah ada kendaraan bermotor di belakang kita. Kalau memang di depan kita ada mobil yang berbelok ke kiri, dan kita sudah tahu sebelumnya karena mobil itu memberi tanda dengan lampu sen-nya, pelan-pelan kita ambil sisi luar dari mobil itu, jangan malah ada di antara sudut tikungan dan badan mobil. Antisipasi yang lebih baik adalah dengan memasang kaca spion kecil di stang sepeda.

Bersepedalah di Belakang Orang yang Berjalan Kaki
Jika memang kita sedang bersepeda di area pedestrian, semacam di Jalan Malioboro yang kini sudah menampakkan diri sebagai wilayah pejalan kaki, pastikan bahwa kita lebih menghormati para pejalan kaki itu. Para pejalan kaki mempunyai kebebasan dalam berjalan, mereka tak memerlukan kaca spion atau memberi tanda yang pasti saat akan mengubah arah jalan mereka. Maka, saat ada banyak pejalan kaki, lebih baik bersepeda di belakang mereka. Kemudian saat ada kesempatan untuk mendahului, ambillah dengan pelan-pelan, dan kemudian setelah melewatinya, baru akan terasa lebih leluasa.

Maksimalkan Bahasa Tubuh & Kontak Mata
Tentu saja, saat seorang pesepeda akan berbelok ke kanan, maka mereka akan lebih ke tengah dari bagian jalan tersebut, dan oleh karena jalan itu juga digunakan oleh pemotor dan pengendara mobil, maka harus ada tanda yang menunjukkan bahwa pesepeda itu akan berbelok ke kanan. Memberi tanda dengan tangan adalah yang paling mudah. Saat akan mengambil lajur tengah, menengokkan kepala ke belakang juga bisa memberi tahu pengguna jalan di belakang kita bahwa kita ingin berbelok. Selain itu, saat berpapasan dengankendaraan lain di tikungan atau saat berbelok itu, kontak mata dengan pengendara lain juga bisa digunakan untuk menunjukkan bahwa kita akan menuju ke arah tersebut.

image: kang cuham
image: kang cuham