15 Cara Tingkatkan Imunitas Tubuh (1)

Antioksidan bisa ditemukan di sayuran dan buah-buahan (via Lee Robertson / Getty Images).

Berapapun umurnya, kebugaran tubuhnya dan jadwal latihan atau olahraganya, kita semua bisa saja dengan mudah terkena penyakit yang sangat sederhana, flu. Apalagi dengan akhir-akhir ini yang hampir setiap hari selalu turun hujan. Salah satu cara untuk mencegah agar tidak gampang terserang flu adalah dengan meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh.

Seberapa sehatkah daya tahan tubuh kita?

  • Apakah selama setahun, mengalami flu lebih dari 3 kali?
  • Apakah sulit / lama untuk sembuh dari infeksi?
  • Apakah sendi-sendi sering terasa sakit atau pegal?
  • Apakah kelenjar di leher, ketiak dan dekat selangkangan terasa mengeras/mengencang?
  • Apakah performa fisik saat latihan atau berkompetisi menurun?
  • Apakah pernah mengalami penyakit eksim, asma atau arthritis?
  • Apakah juga mengkonsumsi antibiotik setidak sekali dalam setahun?
  • Apakah mengalami gangguan pernafasan dalam kurun waktu yang rutin?
  • Apakah lama tidurnya kurang dari 5-7 jam di setiap malamnya?
  • Apakah memiliki alergi terhadap makanan tertentu?

Jika dari banyak pertanyaan tersebut, ada lebih dari 5 jawaban YA, maka itulah saatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Banyak faktor yang mempengaruhi daya tahan tubuh, seperti pola makan dan gizi yang buruk, kekurangan nutrisi, polusi lingkungan, stres, dan tentu saja olahraga (dalam hal ini bersepeda) yang berlebihan. Berita bagusnya adalah terdapat banyak obat alami untuk meningkatkan imunitas. Coba saja beberapa diantaranya, berikut ini.

  1. Vitamin C. Vitamin C adalah salah satu agen anti-virus terbaik yang bisa dikonsumsi, apalagi oleh para atlet. Sel darah putih di dalam tubuh kita memerlukan vitamin ini untuk memerangi infeksi. Jadi, tambahan asupan vitamin C saat tubuh kita terasa kurang sehat akan jadi solusi yang bagus. Asupan harian yang paling bagus adalah sekitar 1.000 mg, yang dapat dibagi ke dalam dua kali sesi makan. Jika konsumsi vitamin C terlalu banyak, maka akan berdampak buruk bagi pencernaan, alias menjadi terlalu “lancar”.
  2. Buah ceri. Selain rasanya yang legit dan manis, buah ceri juga mengandung banyak nutrisi. Warnanya yang merah datang dari kandungan antosianin yang melimpah. Ceri juga mengandung asam ellagat dan vitamin C. Selain mengandung antioksidan, ceri juga bermanfaat untuk mengurangi nyeri dan pegal otot. Kandungan melatonin di dalamnya juga akan memberikan tidur yang nyenyak di malam hari.
  3. Teh. Teh hijau adalah salah satu jenis teh yang mengandung antioksidan yang melimpah. Kandungan di dalam teh dapat menstimulasi imunitas tubuh. Teh juga memiliki kemampuan anti-mikrobia. Konsumsi teh yang rutin dapat mencegah terkena penyakit infeksi, setidaknya lebih jarang mengalaminya.
  4. Probiotik. Tahukah anda, bahwa organ yang memiliki imunitas paling tinggi pada tubuh kita adalah usus atau organ pencernaan? Faktanya, sebanyak 70-80 persen sel imun tubuh terdapat di dalam / pada usus. Konsumsi antibiotik yang terlalu sering tidak hanya akan menghilangkan bakteri jahat, namun juga bakteri baik. Konsumsi probiotik harian sangat ideal, dengan kombinasi dengan makanan berserat tinggi (prebiotik), untuk memberi makan bakteri baik tersebut dalam kurun waktu yang cukup. Probiotik tersedia di pasaran dalam bentuk minuman, yoghurt, smoothies atau dalam bentuk kapsul.
  5. Seng dan selenium. Dua mineral yang harus dimiliki oleh tubuh. Keduanya diperlukan untuk membentuk sel imun. Kekurangan seng akan menyebabkan mengkerutnya kelenjar thimus, kelenjar yang memproduksi sel imun yang disebut Tlimfosit. Seng juga diperlukan untuk pembentukan sel antioksidan. Makanan yang kaya kandungan seng antara lain kacang-kacangan, biji-bijian, yoghurt dan ikan. Selenium lebih susah ditemukan dalam sayuran yang terdapat di Eropa atau Amerika Utara karena kandungan tanah yang miskin. Namun, sayuran yang dihasilkan di wilayah tropis mempunyai kandungan selenium yang cukup.

(diolah dari www.bikeradar.com)





Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail