Tips Mengatasi Nyeri Sendi Lutut Saat Bersepeda

Image via www.bikeradar.com / Robert Smith.

Untungnya, bersepeda adalah salah satu olahraga yang hanya memberikan dampak “benturan” minimal pada sendi, karena sepeda itu sendiri yang menopang beban tubuh keseluruhan. Namun bukan berarti pesepeda lalu tidak bisa terkena penyakit atau keluhan sakit pada sendinya.

Banyak keluhan pada sendi dikaitkan dengan arthritis, terutama osteoarthritis dan rheumatoid arthritis (rematik). Osteoarthritis umumnya terjadi pada usia lanjut, karena tulang dan sendi yang telah digunakan sekian lama, namun kadang juga dialami oleh para atlet, karena penggunaan sendi atau aktivitas latihan yang terlalu tinggi, dan sendi menjadi korbannya.

Osteoarthritis dicirikan dengan berkurangnya kartilago (tulang rawan) pada rongga sendi yang akan menyebabkan tulang terkena tulang yang lain secara langsung. Arthritis juga bisa disebabkan karena cedera. Mantan pembalap pro Floyd Landis adalah salah satu contohnya, setelah mengalami cedera pinggang kemudian merambat menjadi osteonecrosis, sebuah kondisi di mana ujung dari tulang femur mulai mati karena kekurangan suplai darah.

Rematik disebabkan oleh kurangnya cairan sinovial, yang menyebabkan sendi berkurang fleksibilitasnya. Permasalahan sendi lainnya adalah encok, yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi asam urat di dalam sendi. Asam urat tersebut kemudian berkumpul di sendi dan lama kelamaan akan mengkristal, dapat dijumpai dengan mudah pada ibu jari kaki yang terlihat membesar.

Kondisi sendi yang dipengaruhi oleh cairan sinovial dan kartilago, yang kemudian bisa menyebabkan radang, maka solusi dari segi nutrisi diperlukan untuk mencukupi kebutuhan dua substansi tersebut.

Apa saja yang bisa menjadi makanan sendi?

Jahe: Jahe mengandung gingerol, komponen aktif yang dapat menghentikan produksi senyawa yang menyebabkan radang sendi.

Buah ceri: Kaya antioksidan, khususnya antosianin yang dapat mencegah sekaligus memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Flavonoid yang terdapat di dalam ceri berguna untuk mencegah peradangan dan mengurangi asam urat pada sendi.

Makanan kaya beta karoten: Karoten, termasuk beta kriptosantin, bermanfaat untuk mengurangi radang dan nyeri pada rematik.

Kacang-kacangan dan biji-bijian: Sebagai sumber vitamin E, lemak esensial, seng dan biotin – zat-zat yang diperlukan untuk memproduksi prostaglandin, zat anti-peradangan. Kacang tanah, biji bunga matahari (kuaci) dan kacang almond adalah beberapa contoh makanannya.

Oat dan sayuran hijau: Sumber magnesium yang diperlukan untuk pembentukan asam hyaluronat, yang membentuk cairan synovial pada sendi, dan juga dibutuhkan untuk pembentukan kartilago (tulang rawan).

Telur: Kaya sulfur dan asam amino yang diperlukan untuk pembentukan keratin.

Susu, keju dan yoghurt: Kaya kalsium, penting untuk kesehatan tulang, khususnya pada penderita rematik. Juga mengandung magnesium, asam folat dan vitamin.

(diolah dari www.bikeradar.com)