4 Langkah Mudah Setting Mountain Bike

Image via www.bikeradar.com

Setting atau set up sepeda adalah hal yang penting. Faktanya, posisi riding yang tepat akan memberikan perbedaan sehingga bisa mengayuh lebih cepat dan lebih kuat tanpa perlu terlalu banyak melakukan upgrade pada komponen sepeda, serta akan menghindarkan si pengendara dari penyakit yang timbul dari mengendarai sepeda dengan posisi yang tidak pas, seperti nyeri otot, pegal dan cedera. Dan, mengatur settingan dasar pada sepeda adalah hal yang mudah…

Banyak pesepeda gunung hanya terfokus pada seberapa cepat sepeda bisa melaju di lintasan yang kasar dan berliku. Dan mungkin akan muncul pertanyaan : “Jika posisi ridingnya lebih pas, bisakah melaju lebih cepat? Haruskah memiliki sepeda yang lebih bagus agar bisa mengalahkan rekor punya teman yang lain?” Dan mungkin beberapa pertanyaan lainnya.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sepeda. Ya, sepeda yang saat ini sudah ada, sudah dimiliki. Sebagian besar orang tak mau berlama-lama mengatur berbagai posisi komponen sepeda agar mendapatkan posisi riding yang optimal dan nyaman, serta kurang mau memahaminya. Jika mau belajar, maka kita bisa melaju lebih cepat dan nyaman tanpa mengeluarkan uang banyak.

Hal yang paling penting adalah posisi sadel. Jika terlalu rendah, maka kaki kita tak akan bisa mengayuh secara maksimal; jika terlalu tinggi, maka pantat kita akan terasa bergeser ke kiri dan ke kanan, serta kaki serasa terlalu jauh untuk bisa menjangkau pedal.

Maju-mundurnya sadel juga penting untuk menghindari cedera quadrisep dan cedera lutut.

Masalah lain yang umum ditemui adalah pegal-pegal di leher atau pundak. Jadi, perlu juga mengubah settingan sembari mengendarai sepeda, agar ditemukan posisi yang paling pas, sehingga leher dan pundak bisa rileks. Jika semuanya sudah pas bagi pengendaranya, maka kayuhan yang lebih cepat dan kuat pun akan terasa nyaman dan tidak melelahkan…

1. Ketinggian sadel
Duduklah di atas sepeda, di atas sadel, dengan posisi pedal berada di angka jam 6. Posisikan kaki sehingga telapak kaki sejajar dengan permukaan tanah. Jika ketinggian sadelnya tepat, maka kaki akan berada di posisi yang hampir lurus.

Via wikiHow.

2. Mengatur maju-mundurnya sadel
Duduklah di atas sepeda, dan posisikan salah satu kaki berada di posisi depan, atau pedal berada di posisi angka jam 3. Dengan menggunakan benang atau tali berbandul, tempelkan tali di ujung lutut. Jika posisi sadelnya pas (tidak terlalu maju atau mundur), maka bandul akan jatuh tepat pada sumbu pedal.

3. Mengatur tinggi handle-bar
Ketinggian handle-bar yang pas tergantung pada beberapa faktor, seperti travel dari suspensi dan kondisi permukaan jalan. Semakin tinggi handle-bar, memang semakin nyaman, namun akan kehilangan ‘posisi membalap’nya.

Mengatur ketinggian handle-bar (via www.livestrong.com).

4. Tentukan handle-bar reach yang nyaman
Pastikan kita bisa meraih handle-bar dengan lengan yang lurus namun tetap sedikit membengkok. Jika handle-bar terlalu dekat, maka punggung akan lebih tegak, namun jika dilihat dari samping akan terlihat sedikit membungkuk. Jika handle-bar terlalu jauh, maka tubuh kita akan memaksa otot perut dan punggung agar tubuh tetap berada di posisinya, yang bisa berakibat nyeri punggung bawah. Handle-bar reach yang tepat bisa ditentukan dengan mengganti stem dengan yang lebih pendek ataupun sebaliknya.

Image via Merlin Cycles.

(diolah dari www.bikeradar.com)





Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail