Tak Perlu Mahal untuk Menikmati Sepeda Gunung

Apakah memang perlu sepeda mahal? (via bikeradar.com).

Jika saat ini sedang mengendarai sepeda yang paling up to date, dengan segala kemajuan teknologi terbaru yang menempel pada sepeda itu, dan tentu saja akan berharga mahal ‘kan. Lalu ada beberapa orang yang lebih tua, yang lebih berpengalaman, kemudian menyarankan bahwa sepeda yang sedang kita naiki ‘terlalu berlebihan’ dan ada beberapa komponen yang sia-sia, terpakai yang kurang mencukupi yang seharusnya bisa digunakannya, maka saran itu adalah saran yang bagus, yang patut menjadi pertimbangan.

Sepeda MTB jadul bisa saja teknologinya sudah ketinggalan jaman. Namun masih bisa digunakan asal tidak sampai melebihi batas kemampuannya. MTB lawas mungkin masih menggunakan triple chainring dan terpasang bar end di handle bar. Beda jauh dengan MTB masa kini yang mungkin sudah menggunakan ban 27,5 atau 29ers, dan hanya menggunakan single chainring. Untuk sekedar menikmati sensasi mountain biking, bisa jadi sepeda yang masih jadul itu sudah cukup.

Melihat lintasan mountain bike yang naik turun (meskipun lebih banyak turunannya), kelokannya, beberapa jurang kecil serta papan lompat yang menarik hati, pasti akan sangat mengasyikkan jika bisa melewatinya dengan sepeda yang mendukung. Namun bisa jadi anggapan seperti itu hanyalah kenikmatan sesaat. Tidak setiap saat kita bisa menemukan tempat yang menawan sekaligus menantang. Anggapan untuk harus menggunakan sepeda terbaru hanyalah pola agar tingkat konsumerisme meningkat.

Coba saja dilihat harga dropper post yang bisa mencapai £250. Apakah fungsinya jika kita tak selalu menemukan tempat seperti itu tadi? Bisa jadi hanya sia-sia.

Lalu ada shock breaker atau suspensi. Sepeda MTB sekarang punya suspensi depan dan belakang. Sedangkan sepeda MTB jadul mungkin hanya ada suspensi depan. Oke lah jika memang kita tak akan mendapatkan sensasi penuh dari sebuah lintasan jika sepeda yang kita gunakan memiliki kemampuan yang terbatas, namun tak ada salahnya kan? Setidaknya kita bisa melewati lintasan itu dengan aman. Toh kita bukan atlet, jadi tak perlu mencatat rekor waktu yang demikian ketat.

Oke. Dalam kehidupan nyata sehari-hari (bukan dunia kompetisi atau balap), siapa yang peduli pada data dan fakta? Jadi, akan lebih baik jika kita bisa menghargai apa yang sudah kita miliki dan seperlunya dalam melakukan upgrade pada sepeda, pun agar sepeda tetap bisa berfungsi semestinya dan komponennya juga bisa mencukupi kemampuan yang kita mampu lakukan. Pada intinya, kita tak terlalu membutuhkan sepeda yang mahal untuk bisa menikmati mountain biking.

Ya, kita tak terlalu membutuhkan sepeda yang mahal. Akan sangat konyol jika kita mengeluarkan uang sebanyak 20 juta-an rupiah atau lebih, jika hanya menggunakan sepedanya hanya sekali dalam dua minggu, atau bahkan lebih jarang lagi. Upgrade seperlunya saja. Hal yang paling penting adalah kita bisa mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

Berlebihan itu tidak baik. Yang paling tepat adalah, cukup.

(diolah dari www,bikeradar.com)





Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail