5 Latihan Dasar untuk Meningkatkan Kemampuan Bersepeda

Wanita pun tak boleh kalah dengan para lelaki soal kebugaran dan kekuatan tubuhnya saat bersepeda (via Bike-N-Stuff).

Apa yang terpikirkan saat mendengar latihan dasar, seperti pemanasan atau pendinginan? Hal tersebut memang perlu, agar tubuh tidak kaget saat melakukan kegiatan utama. Juga untuk mencegah cedera.

Melakukan pemanasan dan pendinginan, sebelum dan setelah bersepeda dapat meningkatkan kemampuan bersepeda, meskipun terjadi secara tidak langsung. Bagaimana tidak? Tubuh yang sudah siap setelah melakukan pemanasan tentu tidak akan cepat mengalami kram atau pegal-pegal pada saat digunakan bersepeda. Otot-otot yang sudah panas sebelum digunakan bersepeda akan menjadi lebih rileks dan tidak kaget saat digunakan mengayuh pedal. Tak hanya otot kaki, otot bagian tubuh lain, semisal otot punggung pun demikian. Dengan pemanasan yang baik, kita tak akan mengalami pegal-pegal di pinggang atau punggung bagian bawah.

Latihan dasar memang memberikan banyak manfaat. Apa saja yang bisa dilakukan? Berikut beberapa diantaranya:

1. Gerakan pertama: Peregangan awal perut

Berdiri dengan kaki selebar bahu, dan kedua tangan berada di belakang kepala. Angkat kaki kiri hingga lutut membentuk siku, kemudian putar badan ke arah kiri, ambil nafas, lalu keluarkan. Demikian sebaliknya dengan arah kanan. Gerakan ini bisa dilakukan dengan sesuka hati, maksudnya boleh saja lambat, boleh juga cepat.

Image via reviews.mtbr.com.

2. Gerakan mengayuh pedal, namun sambil tiduran

Tidur telentang di atas matras lantai, dengan kedua tangan berada di belakang kepala. Kemudian angkat kaki hingga membentuk sudut 90 derajat. Lalu angkatlah badan sehingga siku kanan menyentuh lutut kiri, pun sebaliknya. Gerakan ini seperti gerakan sit-up, namun dengan sedikit pengembangan.

3. Semacam sit-up yang lain lagi

Berbaring dengan kaki lurus dan tangan di atas kepala. Pelan-pelan, angkatlah kaki, tetap lurus, hingga sudut 45 derajat dari permukaan lantai. Secara bersamaan, badan juga diangkat dan tangan yang lurus meraih dan menyentuh kaki. Kembali lagi ke keadaan berbaring telentang, dan ulang-ulangi gerakan tersebut secara pelan-pelan, agar otot perut semkin kuat.

4. Memiringkan pinggang ke kiri-kanan, sambil berbaring

Selain menguatkan otot perut, gerakan ini juga menguatkan otot punggung bagian bawah. Berbaring dengan tangan telentang lurus ke sisi kiri dan kanan tubuh, lalu kaki diangkat dan lutut ditekuk sampai sudut 90 derajat. Pastikan tetap terbentuk sudut 90 derajat dan lutut tetap berhimpit. Kemudian gerakkan kaki dan lutut yang membentuk sudut 90 derajat tersebut secara bergantian ke kiri dan ke kanan. Selain menguatkan, gerakan tersebut juga akan melenturkan.

5. Spiderman plank

Dalam posisi merunduk, lengan dan siku digunakan sebagai tumpuan, dengan siku selebar bahu. Lutut juga digunakan sebagai tumpuan, namun dengan posisi yang agak ke belakang, tidak tegak lurus terhadap permukaan lantai. Secara bergantian, angkat salah satu lutut dan gerakkan keluar dan seperti memutar maju mendekati siku yang digunakan sebagai tumpuan. Ulangi secara bergantian antara kiri dan kanan. Itulah mengapa disebut sebagai Spiderman plank.

Satu hal yang penting untuk diingat: Senyum, karena dengan senyuman, segala hal akan menjadi lebih mudah dilakukan.

(diolah dari reviews.mtbr.com)