Novo Nordisk, Diabetes namun Tetap Bersepeda

Image via PezCycling News.

Tim balap sepeda profesional Novo Nordisk menginspirasi ribuan penderita diabetes d seluruh dunia, mereka berkompetisi di balapan UCI level kontinental meskipun setiap pembalapnya mengidap diabetes tipe-1. Pembalap Gerd de Keijzer dan Joonas Henttala, serta tim medis Justine Lyons, menceritakan pengalamnnya, dan bagaimana mereka ‘mengatur’ penyakitnya sehingga tetap bisa berkompetisi di level tertinggi…

Cerita di balik tim Novo Nordisk
Tim tersebut dibentuk oleh Phil Southerland dan Joe Eldridge, yang mengajak delapan pesepeda lain yang mengidap diabetes tipe-1 untuk bersepeda sejauh 3.000 mil (4.828 km) dalam ajang Race Across America, dan tim itu memenanginya pada tahun 2007, 2009 dan 2010, sebuah prestasi yang luar biasa.

Melompat jauh ke masa sekarang ini, Novo Nordisk telah (dan masih) memiliki 100an pembalap dari sekitar 20 negara berbeda. Sebagian besar dari mereka mengidap diabetes tipe-1, namun ada juga atlet triathlon dan pelari jarak jauh dalam tim tersebut, serta beberapa atlet endurance yang mengidap diabetes tipe-2.

Tim balap sepeda profesionalnya memiliki 18 pembalap yang berkompetisi di level kontinental, yang mengikuti ajang balap sepeda utama di dunia. Tahun lalu, kemenangan pertama diperolah Scott Ambrose (Selandia Baru), yang memenangi etape 2 Le Tour de Filipinas. Dalam Tour of Dubai, Novo Nordisk menempatkan dua pembalapnya di peringkat 10 besar.

“Menginspirasi orang yang menderita diabetes dan secara bersamaan juga mebalap secara profesional seperti sebuah mimpi yang menjadi nyata,” kata Gerd de Keijzer. “Biasanya, pada saat didiagnosa menderita diabetes, orang-orang akan berubah menjadi pesimis. Bergabung dalam tim ini bisa mengubah mentalitas seperti itu.”

Image via cyclingquotes.com.

Apakah diabetes itu?
Sederhananya, jika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula dalam darahnya, itulah diabetes. Diabetes tipe-1 adalah kondisi di mana tubuh tidak bisa memproduksi hormon insulin, hormon yang membantu membawa gula dari darah menuju sel-sel tubuh. Diabetes tipe-2 terjadi saat tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin yang cukup, atau jika insulinnya cukup, namun tidak bisa berfungsi dengan seharusnya.

“Bersepeda memang sangat menantang, dan memiliki kondisi diabetes membuatnya lebih sulit,” ujar pembalap dari Finlandia, Joonas Henttala. “Aku sudah mengidap diabetes sejak berusia 10 tahun, jadi aku menerimanya, menghargainya dan berperilaku baik dengannya. Aku menganggapnya sebagai bagian dari diriku sendiri.”

Bagaimana para pembalap Novo Nordisk ‘mengatur’ diabetesnya?
Anggota tim medis Justine Lyons telah berada di tim tersebut sejak bulan Desember 2012. Sebelumnya dia telah bekerja di klinik diabetes dan tertantang untuk membantu tim tersebut agar bisa mewujudkan misinya, ‘menginspirasi, mendidik dan memberi semangat orang-orang yang menderita diabetes’.

Sebagai tim medis, Justine selalu menyemangati para pembalap untuk mengembangkan kebiasaan setiap hari yang konsisten, yaitu mengecek kadar gula darah, rutin selama beberapa kali dalam sehari, dan dilakukan setiap hari. “Hal itu penting untuk memastikan mereka (para pembalap) berada di kondisi prima dan kadar gula darahnya dalam level yang optimal.”

Dengan rutinitas yang lebih terbatas, bukan berarti kemudian para pembalap di Novo Nordisk sangat berbeda dengan pembalap di tim lain. “Mereka hanya lebih waspada dan lebih perhitungan dengan karbohidrat yang mereka konsumsi, karena hal itu akan langsung berpengaruh terhadap kadar gula darah mereka. Jika mereka bisa menjaganya dengan baik, mereka bisa makan makanan apa saja, sama seperti pembalap di tim lain.”

Pro Team Novo Nordisk (via mijanjemo-dijabetes.hr).

Masa depan Novo Nordisk
Lalu, bagaimana dengan kelanjutan tim balap sepeda yang unik ini? Tentu saja event-event besar menjadi targetnya. Namun ada beberapa ajang khusus yang menjadi target utama.

Gerd de Keijzer berkata, “Secara keseluruhan, tim ini ingin memenagi Tour de France tahun 2021. Tahun ini juga adalah tahun yang penting, karena memeringati 100 tahun ditemukannya insulin. Bagiku sendiri, targetku jelas, yaitu memenangkan gelar juara di level profesional ini.”

(diolah dari www.bikeradar.com)