Tips Menahan Hasrat Bersepeda Saat Liburan

Tahun Baru menjelang (via LondonCyclist).

Liburan Natal dan Tahun Baru adalah saat-saat yang menyenangkan. Saat di mana bisa berkumpul dengan keluarga dan lebih menikmati kebersamaan. Menjelang tahun baru, jalanan semakin sibuk, begitu pun dengan pusat perbelanjaan. Namun, masih tetap saja ada hasrat untuk mengayuh sepeda. Memanfaatkan waktu di keramaian mungkin? Ayo lah, beristirahatlah sejenak (dari bersepeda) di waktu menyenangkan ini.

Godaan untuk tetap bersepeda tentu saja ada. Jadi, berikut ini beberapa tips agar bisa sedikit menahan hasrat bersepeda:

1. Rileks, santai, saatnya istirahat

Sudah setahun kita bisa saja bersepeda secara rutin, mungkin itu seminggu sekali, atau hampir setiap hari dengan bike to work. Jadi, mendekati akhir tahun ini, apa salahnya untuk memarkirkan sepeda selama beberapa hari? Biarkan sepeda untuk sejenak beristirahat. Meskipun sedang tidak bersepeda, waktu santai bisa digunakan untuk merencanakan acara bersepeda untuk tahun depan, seperti menyesuaikan dengan hari libur nasional, atau rencana bersepeda bersama keluarga.

2. Nikmati sajian makanan saat liburan, tapi jangan kebablasan

Liburan Natal dan Tahun Baru bisa ‘berbahaya’ untuk lingkar perut, dengan suasana pesta, liburan, dan menu makanan yang selalu saja lezat. Bisa saja kita khilaf, makan makanan terlalu banyak, hingga secara tidak sadar sedikit menambah berat badan dan membuat celana menjadi lebih sesak. Jika hal itu yang terjadi, maka kita harus bersepeda dengan durasi yang lebih lama agar berat badan bisa kembali seperti semula. Sebaiknya, meskipun saat berada di waktu liburan, kita tetap memilih makanan yang sehat dan mengontrol porsi makanan.

3. Buatlah satu tantangan di waktu liburan

Sebgaian pesepeda menganggap liburan Natal dan Tahun Baru sebagai waktu ekstra sehingga mereka bisa lebih lama bersepeda, dan bisa jadi memang demikian. Beberapa pesepeda yang lain memiliki tipe seorang ‘pencapai target’. Jadi, kenapa tidak membuat tantangan saja, untuk dilakukan di libur Natal dan Tahun Baru? Di luar negeri, ada tantangan Rapha Festive 500, yang menantang pesepeda untuk bersepeda sejauh 500 km selama libur Natal dan Tahun Baru itu.

4. Cuaca buruk? Berolahraga di dalam rumah

Di Indonesia, setahun ini tidak terlalu jelas kapan musim hujan, kapan musim kemarau, dan kapan masuk musim hujan lagi. Di negara Eropa dan Amerika Utara, masa-masa di sekitar Natal dan Tahun Baru bisa saja dipenuhi dengan salju tebal. Cuaca yang tidak bersahabat bisa saja menghalangi keinginan untuk bersepeda. Namun ada cara lain untuk menyalurkan hasrat bersepeda, yaitu dengan berlatih di sepeda statis. Beruntunglah mereka yang punya fasilitas sepeda statis di rumahnya. Namun jika tidak punya, bisa saja pergi ke gym dan menggunakannya.

5. Waktu bersepeda yang fleksibel

Liburan yang penuh pesta, berkumpul dengan keluarga dan tanggungjawab pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan di sekitar waktu Natal dan Tahun Baru, bisa ‘mengganggu’ jadwal bersepeda yang biasa kita lakukan. Sesuaikanlah waktu bersepeda dengan memanfaatkan sedikit waktu senggang yang ada.

Tak ada salahnya bersepeda sebentar saja selama 30 menit atau 45 menit, setidaknya sudah bisa mendapatkan 4-8 km. Jika santai, mungkin tak terlalu membikin berkeringat, namun jika dilakukan dengan agak ngoyo, maka tentu saja keringat akan deras keluar. Lebh baik ‘kan, daripada tidak bersepeda sama sekali?

6. Coba hal lain yang berbeda

Jika memang tidak bisa bersepeda selama waktu liburan ini, maka lakukanlah kegiatan fisik yang lain, atau olahraga yang lain. Jika biasanya bersepeda, setidaknya cobalah jogging, atau yang saat ini sedang booming di beberapa kota di Indonesia, night run atau berlari di malam hari.

7. Baca buku

Buku bisa jadi sarana pengisi waktu senggang yang hanya sebentar. Lebih menarik lagi jika buku yang dibaca pun berkaitan dengan dunia sepeda.

(diolah dari www.bicycling.com)





Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail