Luca Shaw Pindah dari Tim SRAM-TLD

Luca Shaw saat berlomba di Chicago (via pinkbike.com).

Di awal musim kejuaraan dunia MTB 2013, John Dawson, manajer pemasaran SRAM MTB Sports, mengeluarkan sebuah tantangan: meraih peringkat tiga besar di Kejuaraan Dunia Junior, dalam dua musim berturut-turut, dan kemudian akan diikuti dengan seringnya menjuarai ajang balap MTB di Kejuaraan Dunia.

Luca Shaw pada saat itu tergabung dalam tim junior, dan sejak saat itu selalu mendapat peringkat yang bagus, dan selalu menjadi penantang untuk memperebutkan gelar juara dunia junior. Dia tahun 2014, Luca, dan juga kakaknya, Walker Shaw, dikontrak oleh SRAM-TLD, juga pembalap XC, Russell Finsterwald.

Sejak saat itu SRAM-TLD mendapat banyak perhatian dari pengamat dan penggemar. Russell dan Walker sukses di ajang balap Sea Otter Classics, sedangkan Luca berprestasi bagus di seri awal pembuka Kejuaraan Dunia. Program dari SRAM-TLD mendapat perhatian dari banyak kalangan, dan berpotensi mengembangkan bakat para pembalap muda.

Dalam musim 2014 itu, Luca-lah yang paling menarik perhatian. Di klasemen umum Kejuaraan Dunia Junior, dia berada di peringkat ke-2. Pun berada di peringkat 10 besar di ajang inaugurasi Elite World Cup di tahun 2015. Di musim 2016, dia berada di peringkat 10 besar Elite World Cup. Dan style-nya, baik di atas sepeda maupun saat tidak bersepeda, dibanding-bandingkan dengan beberapa pembalap MTB terbaik dunia.

Prestasi yang ditorehkan Luca menarik banyak perhatian. Banyak tawaran yang datang padanya, dan dia pun membuat keputusan.

“Ya, hal itulah yang ingin aku jelaskan. Sejujurnya, pindah dari tim SRAM-TLD dan membuat sebuah perubahan besar adalah sebuah keputusan yang paling sulit dilakukan. Sangat sulit, karena sebagai tim, kami sudah seperti sebuah keluarga”.

“Tiga setengah tahun terakhir, aku telah bepergian ke sana kemari dengan teman-teman di SRAM. Banyak hal positif yang kudapatkan. Aku melakukan banyak hal dengan mandiri, belajar banyak hal juga, dan aku selalu menghargai hal-hal kecil yang kudapatkan selama dengan tim”.

“Memang pilihan yang sulit. Namun aku tak menyesali pilihan yang kubuat. Kupikir inilah saatnya bagiku untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Namun di satu titik, dengan semua suasana yang kudapatkan di tim SRAM, aku tak bisa meminta lebih banyak lagi. Bagiku, kepindahan ini adalah pembelajaran, agar aku bisa semakin berkembang”.

Dengan potensinya yang begitu besar, tim SRAM memastikan agar sepeda yang dinaiki Luca selama berlomba bisa ditangani sebaik mungkin, agar Luca bisa fokus hanya pada balapannya.

“Kesempatan yang menyenangkan mendapatkan dukungan seperti itu. Aku ingat saat belum mendapatkan bantuan dari mekanik yang khusus menangani sepedaku, aku harus mencucinya dari lumpur, sedikit membetulkan bagian sana-sini. Dan sudahlah… Memang sangat menyenangkan. Aku sangat menghargainya, dan aku mendapatkan banyak manfaat dari hal itu,” ujar Luca Shaw.

(diolah dari www.pinkbike.com)