5 Makanan Anti-Aging yang Bagus untuk Tubuh

Ilustrasi via ShutterStock.

Meskipun terdengar seperti keluar dari film fiksi-ilmiah, peneliti telah menemukan bahwa beberapa senyawa tertentu bisa ‘membalikkan’ efek berjalannya waktu, yakni dengan meingkatkan metabolisme, memompa energi, dan meningkatkan sesitivitas insulin. Dan semakin lama semakin baik. Senyawa ini bisa ditemukan di beberapa buah-buahan dan sayuran.

Penelitian di Washington University School of Medicine di St. Louis menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan yang mengandung nikotinamid mononukleotida (NMN), yang tubuh kita juga memproduksinya secara alami, mempunyai efek positif, yaitu anti-aging pada binatang. Karena percobaan pada binatang dianggap berhasil, para peneliti berencana melakukannya pada manusia.

Pada penelitian yang dilakukan pada hewan, yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Cell Metabolism, terungkap bahwa tikus yang berusia lebih tua yang meminum air yang diberi suplemen NMN menunjukkan peningkatan metabolisme dan cadangan energi. Menariknya, air minum yang sama tak menunjukkan efek pada tikus yang umurnya lebih muda. Hal itu terjadi karena produksi NMN dalam tubuh semakin sedikit seiring bertambahnya umur, sehingga tikus yang umurnya lebih tua memang membutuhkan suplemen NMN tersebut.

NMN ditemukan dalam buah dan sayuran seperti buah alpukat, brokoli, kubis dan mentimun. Jadi, apakah jika kita selalu mengkonsumsi sayuran tersebut, kita akan bisa hidup ‘selamanya’? Belum tentu… Air minum yang diperkaya NMN yang diminum tikus kandungannya jauh lebih banyak daripada yang terkandung di dalam sayuran dan buah tersebut. Meskipun tubuh kita tak akan mampu memakan banyak sayuran agar bisa mendapatkan kadar NMN yang diperlukan atau lebih, tapi setidaknya kita masih bisa mendapatkan efek positif. Shinichiro Imai, MD., Ph.D., profesor di Universitas Washington berkata, “Memakan sayuran dan buah-buahan tersebut memiliki efek akumulatif pada koneksi neuro-body.”

Dan jangan mengharapkan hasil yang instan, proses menuju anti penuaan membutuhkan waktu yang lama dan perlakuan yang terus menerus. Konsistensi porsi adalah hal yang penting, setidaknya seperempat hingga setengah prosi makan adalah sayuran dan buah-buahan. Beikut ini adalah beberapa contoh makanan yang bisa ‘membalikkan waktu’…..

Makanan yang mengandung NMN
Dalam penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, tikus yang meminum air yang diberi tambahan NMN makan dengan porsi yang lebih banyak daripada tikus pada kontrol, namun berat badannya bertambah tak lebih banyak daripada kontrol. Meskipun efeknya tak akan sedramatis seperti pada percobaan, namun tak ada salahnya jika kita selalu menyediakan tomat, alpukat, brokoli dan mentimun di setiap menu makanan kita.

Makanan yang mengandung Vitamin B
NMN adalah senyawa turunan dari niasin, alias vitamin B3. Kristi King, MPH., RDN., juru bicara dari Academy of Nutirtion and Dietetics, berkata, “Segala bentuk vitamin B sangat penting untuk energi, yang juga akan memompa metabolisme di tingkat sel.” Makanan yang mengandung vitamin B di antaranya kacang-kacangan, jamur dan teh hijau segar.

Makanan yang mengandung karotenoid
Fitonutrien yang ditemukan pada buah jeruk dan sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning seperti wortel dan paprika dapat meningkatkan kelenturan kulit dan menghentikan kerusakan kolagen, seperti yang dikatakan oleh Torey Armul, MS., RD., LDN., salah satu staf di Academy of Nutrition and Dietetics. Buah-buahan yang mengandung antioksidan akan menjaga kelembaban kulit dan tetap terlihat awet muda.

Makanan yang mengandung Omega-3
Menurut Kristi King, proses penuaan juga akan melibatkan peradangan (inflamasi), namun makanan yang mengandung omega-3 dapat mencegahnya. Omega-3 yang merupakan lemak baik bisa ditemukan di kacang-kacangan, biji-bijian, ikan serta minyak zaitun.

(diolah dari www.bicycling.com)