XXS Pink Tourer : Program Perakitan Sepeda di Universitas Iowa

Ilustrasi via www.cyclingabout.com

Universitas Iowa mengadakan program untuk mahasiswa atau alumninya untuk bergabung dengan ‘program perakitan sepeda hand built’.

Saat sebagian besar mahasiswa duduk dan belajar di dalam ruangan kuliah, membayangkan angka-angka yang imajiner, atau grafik tentang supply and demand, dalam program perakitan sepeda hand built tersebut, peserta yang mengikuti program itu akan belajar mengenai desain frame, material, finishing tubing (pipa bahan frame), pengelasan, pembuatan lug, perakitan, dan tentu saja AutoCAD. Program tersebut dijalankan oleh Steve McGuire (seorang profesor tentang seni logam dan desain 3 dimensi), yang pesertanya berasal dari mahasiswa teknik dan seni. Masing-masing siswa program tersebut akan dibimbing oleh seorang mentor dalam pelaksanaannya.

Sepeda buatan Willy Tan
Willy masuk ke program tersebut beberapa tahun lalu dan kemudian membuat sebuah sepeda touring untuk saudara perempuannya. Dia dengan susah payah meyakinkan Profesor Steve McGuire agar memperbolehkannya ikut dalam program tersebut, meskipun dia seorang mahasiswa akuntansi. Dengan persetujuan dari Profesor Steve, Willy mulai mendesain dan membangun sepeda touring yang berukuran extra-small yang disesuaikan dengan kebutuhan saudaranya itu.

Frame-nya menggunakan kombinasi dari tubing True Temper dan Reynolds 531, yang dihubungkan dengan lugs yang dibentuk sedemikian rupa, sehingga cocok dan pas. Hal yang mungkin tak terlalu disadari saat melihat secara sekilas adalah rodanya yang berukuran 26 inci, yang sangat pas terpasang pada frame berukuran extra-small itu.

Braze-on yang rapi dan fitting dilakukan di seluruh bagian frame agar kabel-kabel dapat terpasang dengan semestinya dan tidak mengganggu pergerakan. Selain itu, pada sepeda itu juga terpasang bottle cage yang klasik, fender dan rak yang warnanya juga menyesuaikan. Di bawah bottom bracket shell terpasang dudukan kabel yang juga mengkilap, agar kabel tak menyentuh langsung pada frame. Kabel rem belakang bahkan masuk ke dalam toptube dan keluar di dekat seatpost, terlihat bersih, rapi dan klasik.

Komponen berwarna silver pada sepeda itu, rak depan dan belakang Nitto, memberikan kesan yang sangat klasik. Rear derailleur dan shifter menggunakan Campagnolo 8 speed, sedangkan cranknya menggunakan Sugino, dengan panjang crankarm yang super minimalis, 152 mm, yang sepertinya sangat menyesuaikan saudaranya itu.

Ban yang digunakan adalah Continental Gatorskin 28 mm, menandakan bahwa sepeda touring itu lebih banyak digunakan di jalan raya. Sebagai finishing keseluruhan, terpasang sadel Brooks dan handle bar tape yang sesuai, dan bel yang juga mengkilap.

(diolah dari www.cyclingabout.com)