6 Alasan Tetap Bersepeda, Meskipun Hujan

Ilustrasi via momentummag.com.

Bersepeda haruslah di luar rumah, menjelajah jalanan atau menuju tempat baru yang belum pernah disinggahi dengan sepeda. Namun ada kalanya orang-orang lebih memilih bersepeda di atas sepeda statis atau di dalam ruangan, apalagi jika sedang musim hujan. Terlebih lagi di Eropa atau negara dengan empat musim. Mereka akan menghindar dari dinginnya udara di saat musim dingin melanda.

Namun, tetap saja, kodrat kegiatan bersepeda adalah dilakukan di luar ruangan. Berikut ini adalah beberapa alasan tetap bersepeda, meskipun di luar sana sedang hujan :

1. Tak ada istilah ‘cuaca buruk’; yang ada hanyalah ‘pilihan pakaian yang buruk’
Hujan dan hawa dingin memang menjadi hal yang menantang dan membuat malas bergerak. Namun jika kita memilih menggunakan pakaian yang tepat, maka segala macam cuaca pun bisa dihadapi.

Pakaian untuk kegiatan bersepeda telah mengalami perkembangan teknologi yang luar biasa dari tahun ke tahun. Bahan yang breathable namun tetap waterproof menjadi pilihan yang menarik. Ditambah lagi jika menggunakan sarung tangan dan kaos kaki yang juga waterproof, semakin menambah kenyamanan dan tidak khawatir akan basar di bagian dalamnya.

2. Seperti yang seharusnya, bersepeda membuat hati bahagia
Bersepeda bisa santai, namun kadang boleh juga sesekali memacu kecepatan, semampu apa tubuh kita mengayuh pedal dengan cepat dan kuat. Angin yang menerpa wajah dan mengibaskan rambut, serta sensasi bisa mendahului sepeda motor atau mobil, juga menyelisip di antaranya, akan memacu adrenalin dan meningkatkan mood.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa berkegiatan di luar rumah (outdoor) bisa mengatasi masalah psikologis yang seringkali timbul pada orang-orang yang terlalu lama berkegiatan di dalam ruangan.

3. Bersosialisasi
Berlatih fisik dengan sepeda statis di dalam ruangan tentu saja tak bisa beramai-ramai mengajak teman, pun tidak berpindah ke mana-mana. Sensasi saling bersaing dengan teman saat melahap tanjakan dan merayakannya saat sudah sampai di puncak tanjakan pun tak bisa dirasakan jika hanya bersepeda statis.

Bersepeda adalah aktivitas sosial dan disukai oleh sebagian besar orang yang mengaku sebagai pesepeda. Bersepeda bersama teman-teman secara rutin pun bisa menjadi salah satu bentuk motivasi bagi diri sendiri, terutama jika sedang agak malas atau pada saat cuaca kurang mendukung.

4. Cuaca dingin membantu membakar lemak lebih banyak
Menurut salah satu penelitian terakhir, bersepeda pada saat cuaca dingin akan memicu bertambahnya ‘lemak coklat’ (lapisan adiposa berwarna coklat) dan membantu membakar ‘lemak putih’ serta dapat menurunkan kadar gula darah. ‘Lemak coklat’ membutuhkan banyak energi untuk menghasilkan panas, agar tubuh tetap hangat dan proses tersebut dapat ‘memperbaiki’ berat badan. Jadi, bersepeda di cuaca dingin bagus untuk tubuh.

5. Bersepeda di cuaca hujan memberi suasana lain
Bersepeda keluar rumah akan memberikan pilihan ‘vitamin’ bagi mata yang lebih variatif, baik bersepeda keliling kota atau mblusuk di pedesaan. Dengan lebih banyak pilihan pemandangan, maka rasa bosan pun hilang.

Boleh pula ditambah dengan night ride, yang akan menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi, sekaligus bisa sebagai sarana latihan refleks tubuh. Ditambah lagi di saat hujan, semakin menambah kerumitan dan kewaspadaan.

6. Bersepeda itu bebas
Bersepeda keluar rumah itu bebas, meskipun bisa jadi tetap terikat dengan waktu; pada jam tertentu kita harus sudah sampai di rumah lagi. Namun kita bebas memilih, mau bersepeda mulai dari pagi hari hingga nanti siang saat sudah panas, atau bersepeda sore hari meskipun hujan, dan pada saat sampai rumah nanti sudah tersedia teh atau kopi panas.

(diolah dari road.cc)