Jalan Layang Sepeda Terpanjang di Dunia Dibuka di Tiongkok

Ilustrasi via road.cc.

Disebut sebagai ‘jalur air yang berkelok’ oleh kantor berita Tiongkok, Xinhau, rute tersebut diprediksi menjadi revolusi dunia persepedaan di negeri Tirai Bambu itu.

Berdiri dengan panjang sekitar 5 mil (8 km) dan lebar 16 kaki (skitar 5 meter), jalan layang khusus sepeda itu berada di bawah jalan layang yang digunakan untuk kendaraan bermotor, sehingga sekaligus memberikan perlindungan dari panas dan hujan, dan diprediksi dapat menampung 2.023 pesepeda dalam tiap jamnya.

Rute tersebut dibuka dari jam 06.30 hingga 10.30 selama satu bulan awal masa uji cobanya. Bagi masyarakat sekitar yang ingin merasakan sensasi melewati jalan layang dengan sepeda, namun tidak memiliki sepeda, bisa menyewa sekitar 300 sepeda yang disediakan di sepanjang jalan layang tersebut.

Selain tempat penyewaan sepeda, juga tersedia tempat perbaikan sepeda dan tempat parkir sepeda, yang bisa digunakan oleh para pesepeda yang ingin memarkirkan sepedanya.

Rute jalan layang khusus sepeda tersebut mirip dengan rute Danish Bicycle Snake yang ada di Denmark, yang ternyata bukanlah suatu kejutan. Perusahaan arsitek yang membangun jalan layang sepeda di Tiongkok itu berasal dari Denmark, yaitu Dissing + Weitling, yang terkenal telah membangun banyak bangunan yang kemudian menjadi landmark.

Satu perbedaan besar antara jalan layang sepeda di Kopenhagen dengan di Tiongkok, selain panjangnya, adalah lama waktu penyelesaiannya. Bicycle Snake di Kopenhagen memmbutuhkan waktu selama delapan tahun untuk merampungkannya, karena sempat terbengkalai selama beberapa tahun. Sedangkan jalan layang sepeda di kota Xiamen di Tiongkok tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun, mulai dari perencanaan hingga perampungannya.

Jalan layang sepeda tersebut akan melewati lima wilayah pemukiman utama serta tiga pusat bisnis. Ada 11 pintu masuk yang terkoneksi dengan 11 halte bus dan 2 stasiun kereta bawah tanah. 30.000 lampu akan menerangi jalan layang tersebut saat malam tiba, serta terdapat juga jembatan yang bisa secara otomatis mengatur laju lalu lintas para pesepeda yang melewatinya.

Warga setempat juga telah memuji pembangunan jalan layang tersebut. Salah seorang warga berkata pada Xinhau bahwa dia harus menepikan rasa takutnya terhadap ketinggian demi mencoba jalan layang baru tersebut.

“Awalnya aku agak takut untuk bersepeda di jalan tersebut. Namun akhirnya hari ini aku bisa merasakannya sendiri,” ujar Wu Xueying pada Xinhau.

Chen Yimen, seorang warga yang lain juga menyampaikan pendapatnya pada Xinhau, “Sudah kucoba, dan hanya membutuhkan waktu 10 menit dari tempat tinggalku hingga sampai ke kantor, waktu yang sama seperti saat naik mobil.”

(diolah dari road.cc)