Asal Usul Kata Sepeda

Penggemar olahraga sepeda di tanah air, jumlahnya kini sulit dihitung secara pasti, terutama mereka yang tergabung dalam komunitas, klub atau perkumpulan yang sifatnya sekedar hobi, mencari sehat atau mereka yang gemar berpetualang ke berbagai daerah. Tapi dari jumlah yang ratusan ribu itu, kemungkinan banyak yang belum tahu dari mana sebenarnya asal kata ‘sepeda’ yang dikenal sekarang. Tak jelas pula siapa yang pertama kali mempopulerkan kata ‘sepeda’ hingga menjadi sebutan untuk kendaraan ramah lingkungan ini.

Tentu tak ada salahnya kita mencoba mencari tahu dari mana kata ‘sepeda’ itu berasal. Sebab sebutan untuk kendaraan roda dua yang merupakan perpaduan antara mainan dan peralatan olahraga itu, berbeda-beda di satu daerah dengan daerah lainnya.

Umumnya, kendaraan ini memang disebut sepeda, tapi di beberapa daerah, sepeda disebut juga dengan kereta angin. Seperti di Aceh misalnya, orang menyebutnya ‘keutangen’ singkatan dari keureta angin atau kereta angin. Tapi di Jawa lain lagi. Orang menyebut sepeda dengan istilah pit (dari bahasa Belanda fiets). Untuk sepeda jenis wanita yang tidak berpalang atas/step through), disebut pit dames, sedangkan untuk pria yang berpalang atas (top through) disebut pit pancal.

Lantas istilah sepeda sendiri berasal dari mana? Untuk itu mari kita melancong sejenak ke negara mode yang terkenal dengan menara Eiffel-nya, Perancis.

Orang Perancis menamakan ‘leluhur’ sepeda modern dengan sebutan velocipede. Kata ini berasal dari bahasa latin, velox yang berarti cepat dan pedis berarti kaki. Hingga kini, istilah velo masih umum digunakan disana untuk menyebut sepeda. Istilah velocipede ini pula yang kemungkinan besar menjadi awal sebutan ‘sepeda’ di Indonesia.

Penjelasannya begini: Bisa jadi karena pendengaran atau pengucapan orang kita dulu, penggalan kata velocipede, yaitu cipede, berubah menjadi sepeda. Itu perkiraan yang paling mendekati. Tak berbeda jauh dengan pengucapan lidah Melayu (Malaysia) untuk kata basikal yang berasal dari bicycle dalam bahasa Inggris. Sama dengan orang Jawa Barat (Sunda) yang menyebut sepeda dengan Sapedah.

Mengapa pula transportasi ramah lingkungan ini sampai sekarang kadang masih disebut kereta angin? Mungkin karena dua alasan. Pertama ban dalamnya diisi oleh angin dan kedua ketika menaiki sepeda badan kita langsung diterpa angin yang bertiup dari depan. Kira-kira begitulah. Mungkin ada pendapaat lain?

 

Tulisan ini dikirimkan oleh Om Marsal – Penghobi Sepeda di Bandung. GOOWESer yang ingin tulisannya masuk di GOOWES.CO, silahkan kirim tulisan ke: [email protected]