Hujan Tetap Mendera : 5 Tips agar Tetap Aman Bersepeda

Hujan, hujan dan hujan… Beberapa kota di Indonesia kadang mengalami cuaca yang tidak jelas. Pagi hari terlihat sangat cerah, namun setelah siang hari langsung berubah gelap dan kemudian hujan deras. Kadang cepat reda, kadang juga lama, bahkan sampai jam pulang kantor di sore hari pun belum reda. Lalu, bagaimana dengan mereka, atau kita, yang memilih bersepeda untuk berangkat ke kantor atau ke kampus?

Berikut beberapa tips menarik yang bisa dicoba…..

1. Tekanan ban sedikit diturunkan
Jalanan yang basah dan licin, jadi lebih baik tekanan ban sedikit diturunkan. Jika menggunakan road bike, tekanan ban yang semula 80-100 PSI bisa saja diturunkan hingga 60 PSI. Pun demikian dengan sepeda yang menggunakan ban 26 inci, jika semula 60 PSI, mungkin bisa diturunkan hingga 35-45 PSI. Dengan tekanan ban yang berkurang, maka akan memberikan cengkeraman ban kepada permukaan jalan yang lebih baik. Namun jangan sampai terlalu empuk, karena malah akan menyebabkan kemungkinan mudah bocor jika melewati jalanan yang kasar atau tidak rata.

2. Pakaian hangat dan jaket waterproof atau jas hujan
Hujan tentu saja akan menimbulkan rasa dingin. Badan bisa dilapisi jaket atau pakaian hangat. Kemudian di luarnya memakai jaket waterproof atau jas hujan. Lalu bagaimana dengan tangan dan jari yang tetap kehujanan? Boleh pula jika kemudian menggunakan kaos tangan. Meskipun tetap basah karena khujanan, namun setidaknya tidak akan terkena air hujan secara langsung dan tetap sedikit lebih hangatdaripada tidak memakai kaos tangan.

3. Pilih warna yang mencolok
Hujan akan mengurangi jarak pandang mata. Jika bersepeda, lebih baik jika memakai kacamata dengan lensa atau kaca bening.

Agar bisa dilihat oleh pengguna jalan yang lain, dan demi keamanan diri sendiri, maka pilihlah pakaian dengan warna mencolok. Atau tambahi pula dengan reflektor, yang akan berguna di saat hujan maupun di malam hari.

4. Mengerem dengan perhitungan
Hujan akan mengurangi kemampuan cengkeraman brakepad terhadap rim atau rotor cakram. Artinya, kita membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk sepeda bisa sampai berhenti, atau perlu menekan tas rem lebih kuat agar bisa berhenti dengan tepat. Karena kurangnya kemampuan cengkeraman rem, lebih baik jika kita juga menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depan kita, agar memberikan jarak yang cukup jika suatu ketika mendadak berhenti. Pengereman juga harus imbang antara depan dan belakang, agar tidak sampai selip dan terjatuh.

5. Kayuhan yang santai
Meskipun kayuhan adalah hal yang paling penting agar sepeda bisa berjalan, namun pada saat hujan, kayuhan pun menjadi hal yang sangat penting…

Pulang dari kantor atau kampus, apalagi saat hujan, bukanlah waktunya bersenang-senang dan bisa memacu sepeda dengan bebas. Justr sebaliknya. Kayuhan kaki harus lembut dan santai, agar gerakan pun jadi stabil. Posisi duduk yang lebih tegak juga akan membantu meningkatkan kestabilan bersepeda.

(diolah dari totalwomenscycling.com)