Apakah Penonton Balap Sepeda Harus Membayar Tiket?

Peter Sagan saat memenangi Tour of Flanders 2016 di Oudenaarde (via TDWSport.com).

Salah satu hal menarik dari dunia balap sepeda profesional adalah siapa saja, semua orang bisa berpartisipasi dalam ajang tersebut, tak terkecuali ‘hanya’ menjadi penonton di tepi jalan, dan menjadi penonton itu adalah hal yang gratis, tanpa membayar biaya apapun. Namun, dengan anggaran biaya yang semakin ketat (efisiensi budget), separuh dari penyelenggara balap sepeda di Belgia yakin bahwa memberlakukan tiket bagi penonton balap sepeda adalah hal yang tidak dapat dihindari.

Koran Belgia, Het Nieuwsblad, melakukan survey terhadap 22 penyelenggara balapan, termasuk yang menyelenggarakan Tour of Flanders, E3 Harelbeke dan Gent – Wevelgem. Hal yang tidak terpikirkan adalah, sebagian penyelenggara tersebut yakin bahwa memberlakukan tiket bagi penonton adalah cara yang lumrah untuk mendanai balapan di masa yang akan datang.

Beruntungnya bagi para penonton balap, penyelenggara ajang balap ternama di Belgia, seperti Tour of Flanders dan KWC Hand in Hand vsz, termasuk di antara penyelenggara yang tidak setuju dengan ide tersebut. Het Nieuwsblad melaporkan bahwa ide tersebut dilontarkan oleh penyelenggara ajang balap kecil, yang memang membutuhkan pemasukan dana yang lebih pasti. Karena tak ada pemasukan dari penonton, ajang yang mereka selenggarakan sepenuhnya tergantung pada dana dari sponsor, yang tentu saja tidak sebesar ajang balap yang lebih ternama. Hak siar televisi juga menjadi penyumbang dana, namun akan lebih dirasakan pada penyelenggara ajang balap besar.

Saat ini, hanya ajang Nolere Koerse yang mengharuskan penontonnya membayar ‘tiket masuk’. Penonton diharuskan membayar tiket seharga 5 Euro jika ingin menonton di lintasan di 30 kilometer terakhir.

Laporan Het Nieuwsblad menyatakan bahwa ada enam penyelenggara balap yang merasa perlu adanya pemasukan dari tiket penonton. Di luar Belgia, ada juga ajang balap besar yang merasa tak bisa hanya mengandalkan dana dari sponsor dan sumbangan, seperti Tour of Qatar, La Meditteranneenne dan Philadelphia Classics di Amerika Serikat. Beberapa ajang balap lainnya memilih untuk mengurangi jarak tempuh total dan hari balapan, karena berkurangnya anggaran dana yang ada.

Sebagian besar penyelenggara ajang besar merasa bahwa mengharuskan penonton membayar ‘tiket masuk’ akan mengubah mentalitas para penonton, dan pastinya akan mendapatkan banyak penolakan.

(diolah dari www.cyclingnews.com)