Bersepeda Terlalu Cepat Artinya Melewatkan Banyak Hal

Tak perlu terlalu terburu. Bersepeda lebih pelan dan nikmati perjalanannya (via blog.columbia.com)

Pada artikel atau publikasi mengenai sepeda, pasti akan ada istilah lebih cepat, lebih tangguh, ataupun lebih jauh. Dan, hal-hal tersebut pasti menjadi tujuan sebagian besar pesepeda ‘kan. Namun, sebaiknya kita perlu melihatnya dari sudut pandang yang lain…

Kali ini, tak usah kita membahas tentang ajang balap sepeda atau mountain bike, di mana yang dicari adalah kecepatan dan ketepatan. Pun bukan tentang nutrisi untuk menunjang performa bersepeda. Namun, hal yang akan dibahas ini masih akan memberikan bagi banyak orang.

Sebagian besar pesepeda harian, yang rutin berkomuting ke kampus atau ke tempat kerja, kadang masih lebih menyisipkan sensasi perlombaan ke dalam kegiatan bersepeda sehari-harinya, hingga sampai pada tingkatan ‘tidak nyaman’. Apalagi yang sudah kecanduan dengan aplikasi Strava, terlebih lagi jika mengikuti banyak challenge yang ada di dalamnya. Hingga di satu titik, kita sudah tidak sadar apa yang sebenarnya kita lakukan, atau kemudian menyalahkan diri sendiri saat mengalami ban bocor di tengah jalan. Jadi, apa gunanya terlalu terburu-buru?

Sensasi kecepatan, dan menjaga agar tetap bisa kecepatan itu terjaga, memang memiliki kepuasannya sendiri, namun kadang kala hal kita sudah tidak bisa lagi merasakan bebasnya bersepeda. Rasa bebas yang sebenarnya adalah rasa lepas saat kita pertama kali memegang handlebar dan memulai kayuhan, menikmati kayuhan awal saat bersepeda. Bersepedalah lebih pelan, dan mungkin kita akan menemukan banyak hal yang terlewat di sekeliling kita, karena kebiasaan bersepeda yang sebelumnya selalu cepat.

Mengurangi intensitas fisik, dari yang sebelumnya terbiasa selalu cepat, kini lebih lambat untuk menikmati perjalanan, berarti kita bisa mengurangi beberapa aksesoris yang biasanya dibawa. Jika cuaca sedang cerah, mengapa tak memilih memakai kaos tipis yang gampang berkibar tertiup angin? Tak perlu memakai jersey yang ngepas dengan ukuran tubuh. Atau kenapa tak memasang flat pedal dan hanya menggunakan sepatu kanvas saja? Agar bisa lebih santai dan kasual. Coba saja, dan rasakan sensasi kebebasannya…

(diolah dari www.bikeradar.com)