Apakah Ada Perasaan ‘Bermain di Kandang Sendiri’ di Dunia Balap Sepeda?

Alejandro Valverde di ajang 'lokal' Vuelta a Murcia 2017 (via sportsnewscr.com).

Jika di sepakbola ada pertandingan kandang dan tandang, contohnya jika Parma bermain di kandangnya sendiri, di stadion Ennio Tardini, pasti akan ada lebih banyak dukungan dari suporternya. Lalu, bagaimana dengan dunia balap sepeda? Apakah ada perasaan seperti itu saat si pembalap membalap di tanah kelahirannya atau negaranya sendiri?

—– —– —– —– —–

Minggu lalu Alejandro Valverde memenangkan Vuelta a Murcia, ajang balap sepeda UCI di Spanyol Selatan. Dan sesuai dengan topik artikel ini, Alejandro Valverde membalap di kota kelahirannya; dia menghabiskan masa kecilnya di kota kecil Las Lumbreras, beberapa kilometer tak jauh dari Murcia. Kemenangan Valverde itu menimbulkan pertanyaan, apakah ada perasaan ‘bermain di kandang sendiri’ dan keuntungan lainnya di dunia balap sepeda?

Kemungkinan keuntungan
Vuelta a Murcia telah diadakan sejak 1981, dan sejak 2013, ajang itu berubah menjadi ajang balap sehari (karena alasan keuangan). Secara tradisonal, sebagian besar pembalap yang menjadi juara di ajang tersebut adalah pembalap tuan rumah, alias pembalap Spanyol, meskipun beberapa pembalap dari luar Spanyol juga pernah menjadi juara, seperti Philippe Gilbert, Denis Menchov, dan Marco Pantani.

Alejandro Valverde bisa dibilang sangat paham dengan rute yang dilewati di Vuelta a Murcia dibandingkan dengan pembalap-pembalap lainnya. Dia menjadi pemenang di tahun 2004, 2007, 2008 dan 2014. Di tahun 2015 dia menjadi runner-up dan di 2013 dia berada di peringkat ketiga. Di ajang tahun ini, dia berhasil menjadi pemenang setelah berhasil berada di posisi terdepan di 70 kilometer terakhir. Bagaimana caranya dia bisa ‘menguasai’ rute tersebut? Salah satu asumsinya adalah bahwa dia sudah mengenal lika-liku jalanan yang dilewati, dan secara psikologis bisa mengatasi jarak total yang panjang dengan membagi-baginya menjadi jarak yang lebih pendek, dengan titik-titik tertentu sebagai penandanya, penanda untuk dirinya sendiri.

Alejandro Valverde juga sudah familiar dengan kondisi cuaca dan angin di sekitar Murcia. Dalam sebuah wawancara setelah balapan selesai, pengalamannya beberapa kali, banyak bahkan, mengikuti ajang tersebut, dia sudah hafal jalannya, serta karakteristik angin dan cuacanya, sehingga dia sudah memiliki caranya sendiri untuk mengatasinya.

Kemungkinan keuntungan yang lainnya
Kita juga harus memperhitungkan keuntungan yang mungkin didapatkan Alejandro Valverde lainnya. Hal ini yang hampir sama dengan di dunia sepakbola. Murcia bisa dianggap adalah kota kelahirannya. Penonton atau cycle enthusiast lokal sudah tahu siapa pembalap jagoannya yang harus didukung. Saat ada pembalap lain yang melewati kerumunan penonton, bisa jadi para penonton malah akan ‘meneror’ pembalap tersebut, sehingga mentalnya agak drop. Lain halnya jika Valverde yang lewat, penonton akan mendukungnya dengan senang hati.

Ada keuntungan, ada pula kerugiannya.. Mungkin…..
Meskipun membalap di negara sendiri (atau kota sendiri) sepertinya akan memberikan banyak keuntungan (pembalap Italia biasanya menjadi juara di Giro d’Italia; pembalap Spanyol biasanya juga jadi juara di Vuelta a Espana, ‘kan), sangat mungkin mereka (pembalap tuan rumah) juga akan mengalami kerugian. Suasana ‘seperti di rumah’ bisa mengganggu konsentrasi saat membalap. Bayangkan saja dengan Alejandro Valverde, di usianya yang 36 tahun, membalap di kota kelahirannya, tentu saja dekat dengan keluarganya. Keinginan untuk segera bisa menikmati family time bisa saja akan mengganggu fokusnya saat membalap, dan bisa jadi buyarlah keinginan untuk menjadi juara di ajang itu.

Satu kerugian lain dari ajang balap sehari adalah hadiah untuk pemenangnya adalah barang-barang yang sifatnya lokal, selain, tentu saja hadiah uang, karena sudah terdaftar di ajang UCI. Keju, bir, sayur-sayuran serta masakan lokal tentu saja akan sangat menggoda dan bisa mengacaukan pola makan yang harus dijaga, agar bisa tetap memiliki performa membalap yang bagus.

—– —– —– —– —–

Jadi, jika suatu ketika kamu mengikuti ajang balap lokal, atau gran fondo di kota atau tempat kelahiranmu, atau lokasi yang sudah familiar, maka berpikirlah seperti Alejandro Valverde. Gunakan pengetahuan lokal atau setempat sebagai pendukung agar bisa lebih mudah meraih kemenangan, buka malah tergoda dan terlena terlalu menikmatinya…..

(diolah dari www.velonews.com)