Tips : Aero Lebih Penting Daripada Bobot Total Frame?

Sepeda baru yang dites di lorong angin untuk mengetahui performa aerodinamikanya (via www.cyclingweekly.co.uk).

Mana yang sebaiknya dipilih, aero bike atau sepeda dengan bobot yang ringan alias lightweight?

Asumsikan saja bahwa kita ingin laju yang secepat mungkin, hal yang perlu diperhatikan pertama kali adalah keuntungan dari mengurangi keaerodinamisan untuk bisa mengurangi bobot total, atau menggunakan komponen yang lebih ringan, meskipun lebih tidak aerodinamis.

Jean-Paul Ballard adalah seorang ahli mengenai aerodinamika, pakar di bidang teknik serta pendiri Swiss Side, yang memiliki pengalaman 14 tahun sebagai teknisi utama di sebuah tim Formula One. Menurutnya, faktor hambatan aerodinamika adalah hal utama yang dihadapi pesepeda, mulai dari kecepatan 15 m/jam.

Sebuah saran konvensional menyatakan bahwa untuk menghadapi jalanan yang memiliki tanjakan terjal, menggunakan frame dan komponen yang paling ringan akan mendapatkan manfaat yang terbesar, atau bisa dengan lebih mudah dan cepat melahap tanjakan tersebut.

Namun, ambil contoh, misal ikut dalam ajang gran fondo atau ajang lain yang sifatnya sportive-recreational, dengan kecepatan rata-rata yang bisa mencapai 25 km/jam, manakah yang akan dipilih, yang aero atau yang bobotnya ringan?

Jean-Paul Ballard tetap kukuh dengan pendapatnya, “Aero bike akan lebih terasa manfaatnya daripada sepeda yang lightweight, dengan kondisi seperti itu…”

Juara balap pursuit Dan Bigham juga pernah bekerja di dalam tim Formula One dan menggunakan pengalamannya untuk bisa memenangkan juara nasional. “Aero akan lebih terasa manfaatnya bagi pesepeda amatir di kecepatan yang rata-rata, karena kemampuannya masih kurang jika dibandingkan dengan atlet pro, sehingga akan terbantu dengan sifat aerodinamisnya.”

Sepeda lightweight lebih unggul daripada aero bike saat digunakan di tanjakan terjal seperti Mont Ventoux di Prancis (via www.cyclingweekly.co.uk).

Namun adakah situasi yang memungkinkan bahwa sepeda lightweight bisa unggul dari aero bike? Jean-Paul Ballard menyatakan bahwa terkecuali uphill time trial, sepeda aero akan menjadi pilihan yang paling tepat. “Bahkan dalam rombongan atau peloton, hambatan aerodinamika yang minimal memainkan peran yang sangat penting.”

Dan Bigham juga mempunyai pendapat, di mana sepeda lightweight bisa unggul dari aero bike, “Jika kamu seorang pesepeda amatir dan tak terikat dengan aturan UCI, kamu bisa memiliki sepeda dengan berat hanya 5 kg, maka sepeda lightweight akan sangat berguna, terutama jika kamu tak terlalu menguasai handling saat di turunan, karena kecepatan saat di turunan tak terlalu dipengaruhi oleh aerodinamika, namun oleh skill si pesepeda itu sendiri.”

(diolah dari www.cyclingweekly.co.uk)