4 Hal yang Bisa Dipelajari Pesepeda Balap dari Mountain Bikers

Ilustrasi via www.cyclingtips.com.

Mulai dari skill bike handling hingga pemandangan alam yang jelas berbeda, ada banyak manfaat yang bisa diadaptasi dari disiplin mountain bike ke road bike atau sepeda balap, beberapa di antaranya adalah empat hal berikut…..

1. Jadilah dirimu sendiri
Mengendarai mountain bike tak akan terlalu menunduk seperti saat di atas sepeda balap, pun tempat yang dilewati lebih ‘liar’ dan lebih natural, sangat cocok bagi orang yang suka pemandangan yang masih alami, tanpa campur tangan manusia. Suasana seperti itu bisa jadi akan ‘mengembalikan’ keaslian diri kita, kembali ke manusia ‘normal’ tanpa ada gangguan dari gadget atau hiburan perkotaan lainnya.

Setiap orang bisa memilih detil kesukaan mereka terhadap kegiatan sepeda gunung. Ada yang memilih cross country, ada pula yang memilih downhill.

Bersentuhan langsung dengan alam kini juga menarik lebih banyak perhatian dari para perempuan. Di Amerika Serikat, saat ini lebih banyak perempuan yang mengikuti tur sepeda gunung atau bersepeda gunung dengan tujuan rekreasi. Kegiatan lain setelah bersepeda gunung juga akan melepaskan rasa penat, seperti berkumpul dengan teman, api unggun dan beberapa hal lainnya yang bisa dilakukan di ruang terbuka.

Tentang pakaian, bersepeda gunung rasanya lebih bebas daripada bersepeda balap. Tiap orang bebas memakai pakaiannya yang paling nyaman. Tak harus memakai celana padding, jersey ketat yang menempel tubuh, dan hal lainnya yang identik dengan ‘ketatnya’ peraturan di disiplin road bike.

2. Menikmati progress
Pesepeda gunung selalu belajar di setiap mereka bersepeda gunung. Meskipun lintasan yang dilewati itu-itu saja, tak banyak berubah, namun di setiap mereka melewatinya, mereka mempelajari atau memperdalam kemampuan mereka.

Asyiknya bersepeda bersama teman-teman adalah bahwa saat kita bisa melewati sebuah rintangan, kita akan mendapat apresiasi dari teman lain yang saat itu sedang memperhatikan cara kita berkendara. Pun saat gagal melewatinya, semangat pun akan diberikan dari rekan lain yang sudah bisa melewatinya.

Sepertinya, hal itu jarang terjadi atau jarang dialami di dunia sepeda balap. Bersepeda balap terlalu banyak dipenuhi tujuan dan target, entah harus bisa menempuh jarak sekian kilometer dalam waktu sekian jam, atau memenuhi rekor criterium, atau bisa menaklukkan tanjakan yang menantang.

Pengalaman-pengalaman positif akan menambah kecintaan terhadap sepeda.

3. Istirahat
Apakah hanya ingin sekedar meneguk minuman, atau mempelajari lintasan yang akan dilewati di depannya, pesepeda gunung sering berhenti pada saat mereka bersepeda. Menghabiskan waktu menikmati pemandangan di sekitar jalur atau lintasan, berfoto dengan teman dan mengunggahnya ke Instagram, tak ada salahnya untuk banyak berhenti.

Sebagian besar orang bersepeda gunung sebagai hobi, menghindarkan diri dari rutinitas ketat di kantor, dikejar-kejar deadline. Namun bersepeda gunung juga sebaiknya tak melulu hanya bersepeda, ada banyak hal lain yang bisa dinikmati. Namun, kadang boleh juga untuk bersaing dengan teman yang lain untuk mencapai finish nomor satu.

4. Ketahui batas diri sendiri & jangan sungkan minta bantuan
Mengetahui batas kemampuan diri bukan berarti kita lemah. Terutama saat bersepeda gunung, di mana jika melakukan sebuah kesalahan, meskipun kecil, namun akibatnya bisa saja fatal.

Ada saatnya kita perlu mengucapkan “tidak” atau meolak untuk melewati lintasan yang kita belum bisa mengetahui kemampuan kita, apakah mampu melewatinya atau tidak. Lebih baik jika kita meminta bantuan atau saran dari teman di dalam rombongan, agar bisa melewati lintasan itu. Atau kalu memang tidak bisa, tak usah dipaksakan. Turunlah dari sepeda dan lewati saja dengan berjalan kaki, atau mencari jalan lain agar bisa melewatinya. Kegiatan yang dilakukan dalam kelompok akan memberikan banyak keuntungan. Misalnya jika ada yang mengalami ban bocor, tentu tak akan ditinggal begitu saja. Malah sebagian akan menolong dan membantu menambal atau mengganti ban.

Bersepeda gunung bisa jadi adalah kegiatan bersepeda yang sekaligus juga adalah sebuah coaching clinic, langsung di tempat kejadian…..

Beberapa catatan tentang skill
Selain keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa manfaat lain yang berkaitan dengan skill yang bisa didapat dari bersepeda gunung :
Bike handling. Dengan lintasan jalan tanah yang tentu lebih licin daripada permukaan aspal, juga tikungan tajam yang sekaligus turunan, melewati jalan setapak atau jalan air di saat hujan, untuk bisa melewatinya tanpa terjatuh membutuhkan koordinasi tubuh yang prima, yang mungkin saja tak akan didapatkan dari bersepeda balap yang hanya dilakukan di atas jalan aspal yang mulus.
Chainring yang berukuran kecil dan sprocket dengan ukuran yang besar? Tentu saja hal itu sangat diperlukan di kegiatan sepeda gunung. Sedikit berkebalikan dengan apa yang biasanya dilakukan oleh pesepeda balap ‘kan?
• Melatih kekuatan tubuh bagian atas. Memposisikan tubuh agar tidak sampai terjatuh saat melewati lekukan lintasan yang tajam akan melatih kekuatan tubuh bagian atas. Tak akan terjadi saat bersepeda balap ‘kan?
• Mengayuh pedal sekuat tenaga, meskipun jaraknya pendek, namun perlu, karena memang kita butuh untuk mencapai tempat itu. Dan kembali ke beberapa poin sebelumnya, chainring yang kecil akan sangat berguna di tempat tersebut.

(diolah dari www.cyclingtips.com)