4 Hal yang Terjadi jika Malas Membersihkan Aksesoris Bersepeda

Ilustrasi via totalwomenscycling.com

Kita semua pasti pernah, atau bahkan sering, mengalami rasa lelah yang memuaskan setelah bersepeda seharian. Setelah melepas sepatu (agar lantai rumah tidak kotor), tubuh kita secara tak terkontrol akan memasuki fase recovery secara alami, dan sofa atau kursi empuk yang terdekat akan jadi tempat paling nyaman untuk merebahkan tubuh.

Sebelum benar-benar terlelap, sebaiknya kita perlu melepas pakaian kotor dan sedikit membasuh tubuh. Kenapa?

1. Konjungtivitis
Konjungtivitis alias mata memerah adalah infeksi karena bakteri yang lumrah terjadi, sehingga akan menyebabkan iritasi, mata menjadi merah (bagian mata yang berwarna putih), serta sedikit rasa gatal di kelopak mata.

Anak-anak sering mengalami konjubgtivitis karena mereka belum bisa menjaga kebersihan tangan. Mereka bisa ‘seenaknya’ bermain-main dengan temannya, memegang banyak benda, lalu kemudian menyentuh bagian di sekitar mata, entah mengusap keringat atau menggaruk. Aktivitas fisik di luar ruangan, yang sekaligus juga berkeringat, akan menambah kemungkinan lebih banyak bakteri yang datang dan hinggap di permukaan tubuh kita.

2. Infeksi bakteri dan jamur
Badan yang memanas karena bersepeda, berkeringat, kotor dan lembab, sepertinya akan jadi kondisi sempurna bagi bakteri untuk berkembangbiak. Jamur pun bisa menginfeksi, salah satunya bisa menyebabkan penyakit athlete’s foot. Infeksi bakteri bisa semakin parah jika ada luka terbuka di permukaan kulit. Segeralah mandi setelah keringat mulai berkurang, agar bakteri dan jamur tak terlalu parah ‘menginvasi’ tubuh kita.

3. Jerawat
Bagi sebagian besar orang, jerawat mulai muncul di umur belasan dan terus saja muncul, meskipun usia terus bertambah. Hal yang bisa jadi lebih buruk adalah bahwa jerawat pun bisa muncul tidak hanya di bagian muka atau wajah, namun juga di permukaan kulit bagian tubuh yang lain. Jerawat bisa muncul di mana saja, namun hal tersebut sering dianggap lumrah bagi atlet dan pecinta gym.

Berkebalikan dengan pendapat umum, berkeringat tak akan membersihkan kotoran di pori-pori kulit. Faktanya, keringat yang dihasilkan oleh tubuh malah bisa menjebak kotoran dan bakteri, menyebabkan pori-pori tertutup dan lama kelamaan akan menimbulkan jerawat. Bagian tubuh yang lumrah ‘ditumbuhi’ jerawat adalah pundak, dada dan tentu saja, wajah atau muka.

Salah satu bentuk jerawat yang lain adalah peradangan di bagian folikel rambut. Folikulitis, iritasi yang terjadi karena folikel rambut yang tertutup minyak dan kotoran lain (pun bakteri) menyebabkan folikel rambut agak membengkak dan rambut pun tidak tumbuh.

Sepatu? Bau!!! (via totalwomenscycling.com).

4. Bau badan yang parah
Meskipun saat pertama kali berkeringat terasa menyegarkan dan tidak bau, lama kelamaan keringat akan ‘berasosiasi’ dengan bakteri, menempel di pakaian, dan mulai timbul bau yang tidak sedap. Parfum atau body splash bisa membantu mengurangi bau tak enak tersebut, namun beberapa jenis pewangi malah memudahkan bakteri micrococci untuk menempel di bahan polyester.

(diolah dari totalwomenscycling.com)