6 Tips Aman Bersepeda dalam Rombongan Besar (Group Riding)

Pesepeda perempuan di Pakistan bersepeda menuju Masjid Faisal saat peringatan Hari Perempuan Internasional beberapa waktu yang lalu (via darkroom.baltimoresun.com).

Apakah bersepeda dalam ajang sportive seperti gran fondo atau audax, atau hanya bersepeda bersama-sama dengan teman-teman se-komunitas, atau latihan fisik dan memacu kecepatan dengan teman satu klub, ada waktu di mana kita harus, mau tidak mau, bersepeda di dalam rombongan. Bersepeda di dalam rombongan yang memiliki saling pengertian dan koordinasi yang bagus memiliki beberapa keuntungan, antara lain rasa lelah tak akan terlalu terasa karena ada teman-teman yang lain, yang memiliki kecepatan yang hampir sama. Selain itu, hambatan angin juga berkurang karena sudah terpecah oleh pesepeda yang ada di depan rombongan. Dan tentu saja, bersepeda dalam rombongan menjadi salah satu cara bersosialisasi yang bagus.

Jika belum pernah bersama-sama bersepeda dalam rombongan yang disiplin, pasti akan ada rasa canggung. Namun dengan sering melakukannya, lama kelamaan rasa canggung itu pun akan hilang dan kita bisa enjoy bersepeda. Menjaga jarak yang ketat dengan pesepeda di depan kita adalah salah satu skill yang akan dipelajari seiring berjalannya waktu.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman dan nyaman saat bersepeda dalam rombongan, untuk diri sendiri dan untuk teman lain dalam satu rombongan…..

1. Jangan sampai overlap dengan roda sepeda yang ada di depan
Bisa dibilang, hal ini adalah peraturan yang paling penting saat bersepeda di dalam rombongan. Kita ingin menjaga jarak yang dekat dan tetap dengan pesepeda yang ada di depan kita. Oke, hal itu memang bagus. Namun jangan sampai roda depan kita meng-overlap atau berada bersisihan dengan roda belakang sepeda yang ada di depan. Hal itu bisa jadi akan berbahaya.

Pesepeda di depan kita tak akan terlalu memperhatikan dengan detil posisi roda belakangnya dengan pesepeda yang ada di belakangnya. Adalah tugas atau keharusan pesepeda yang ada di belakang untuk menjaga jarak aman tersebut.

2. Menjaga ketenangan saat bersepeda dan tak mengerem mendadak
Kita ingin menjaga kayuhan dan kecepatan, konstan, konsisten dan bisa diprediksi, alias tidak dadakan. Saling memahami antar pesepeda di dalam rombongan adalah hal yang penting, agar keselarasan dalam rombongan bisa terjaga. Jika ada salah satu pesepeda yang gerakannya ‘di luar kebiasaan’ pesepeda yang lain, bisa jadi hal itu akan membahayakan keselamatan pesepeda lain dalam rombongan tersebut.

Hindari gerakan mendadak yang menyamping. Kalaupun ada lubang di jalan, bergeraklah dengan lembut, serta jangan lupa memberi tanda untuk pesepeda di belakang kita, sehingga juga tahu jika ada lubang.

Mengerem secara mendadak akan sangat berbahaya jika dilakukan saat bersepeda dalam rombongan, karena mungkin saja pesepeda yang ada di belakang kita tak terlalu siap. Jadi, tekanlah tuas rem dengan lembut dan ‘terprediksi’. Bisa juga kita memberi tanda dengan berteriak pada teman yang ada di belakang kita, “Awas, hati-hati”, atau “Awas, ada lubang di sebelah kiri”, dan lain-lainnya.

3. Roda di depan sebagai panduan
Bersepeda dalam rombongan biasanya dilakukan secara berjajar bersampingan 2-2. Roda sepeda yang ada di depan kita menjadi acuan atau panduan menjaga jarak aman, kecuali jika kita sebagai pesepeda yang ada di bagian paling depan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, agar tak meng-overlap roda sepeda yang ada di depan, namun kita tak harus selalu berada satu garis dengan roda sepeda yang ada di depan kita. Lebih baik jika kita tetap menjaga jarak di belakang pesepeda di depan, namun berada agak ke kiri atau ke kanan dari roda sepeda yang ada di depan kita. Jadi, seandainya pesepeda yang ada di depan mengerem mendadak, kita bisa sedikit menghindar ke arah kiri atau kanan, sehingga tak akan terjadi tabrakan yang parah.

4. Komunikasi
Sekelumit sudah disebutkan sebelumnya, bahwa komunikasi dalam rombongan adalah hal yang penting. Apalagi jika ada mobil atau motor yang berhenti di tepi jalan, atau ada lubang di permukaan jalan. Komunikasi bisa dilakukan dengan memberi tanda atau menunjuk dengan tangan, atau yang paling gampang adalah dengan berteriak.

Segala hal tersebut bisa dipelajari dan dengan mudah dilakukan jika terbiasa bersepeda dalam rombongan. Dan dengan rasa saling memahami yang baik, laju rombongan pun akan terjaga dengan baik pula.

5. Ikuti aturan lalu lintas
Bagi pesepeda, melanggar lampu lalu lintas, atau tetap berjalan meskipun lampu menyala merah, rasanya adalah hal yang lumrah (bagi negara atau tempat yang tak memiliki peraturan lalu lintas khusus untuk sepeda). Namun, sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan. Apalagi jika sedang bersepeda dengan rombongan. Mengikuti peraturan lalu lintas akan menambah rasa aman dan kebersamaan dalam rombongan.

6. Santai
Awal yang canggung sebaiknya diatasi dengan tetap santai atau rileks. Suasana dan tingkah laku yang santai akan menghindarkan dari rasa panik dan gegabah, yang bisa menyebabkan salah tingkah saat bersepeda bersama-sama. Semakin lama maka akan semakin terbiasa, dan karena terbiasa, akan membuat suasana semakin santai. Semakin santai saat bersepeda, maka kita akan semakin santai dalam menikmati setiap kayuhannya.

(diolah dari road.cc)