Buku Mewarnai, Yoga, dan Relaksasi Lain untuk Penggemar Olahraga

Yoga bisa dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruang (via Creative Commons / www.cyclingtips.com).

Matahari mulai kembali bersinar di belahan bumi utara, dan mengembalikan semangat yang seakan tertelan gelapnya musim dingin. Penduduk Eropa dan Amerika Serikat kembali bergairah untuk keluar rumah dan berolahraga; pun dengan bersepeda.

Beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia. Kalau bukan musim kemarau, tentu adalah musim hujan. Dan keduanya bisa diatasi, tergantung pada kemauan kita untuk keluar rumah dan bersepeda…..

Sebagai orang biasa, kegiatan harian yang diisi dengan pekerjaan, keluarga dan kegiatan lain yang menambah rasa stres, harus diimbangi dengan kegiatan yang santai, salah satunya dalam bentuk olahraga.

Tubuh kita tidak dapat membedakan stres karena gaya hidup sehari-hari dan stres karena performa yang menurun, dan terlalu sering mengalami stres akan berdampak buruk pada kebugaran, pola tidur, level energi, pola makan dan performa fisik.

Stres yang terlalu parah akan menurunkan daya fokus dan konsentrasi, yang tidak hanya akan mempengaruhi performa saat bersepeda, namun juga kehidupan di luar dunia sepeda.

Sebagian stres memang tak bisa dihindari, dan tak semua stres akan berakibat buruk bagi tubuh, namun masih ada cara untuk mengatasinya.

Bagi pesepeda pro, akhir-akhir ini ada tren yang sedang berkembang, dan mungkin juga bermanfaat bagi ‘atlet harian’ atau cycle enthusiast seperti kita. Apakah itu stres karena esok harinya akan berlomba, atau stres karena pekerjaan yang padat, cobalah beberapa teknik dan metode relaksasi berikut ini, agar stres bisa berkurang dan kembali fokus dalam kehidupan…..

Yoga
Peregangan adalah hal penting yang dilakukan seorang atlet pada setiap olahraga, dan hari ini, kita akan dengan mudah menjumpai olahragawan yang melakukan yoga setidaknya sekali dalam seminggu. Yoga adalah salah satu bentuk olah tubuh yang sudah berumur 5000an tahun, yang menguatkan dan menyeimbangkan hubungan antara tubuh dan pikiran melalui serangkaian gerakan dan pose peregangan, dan sudah terbukti bahwa yoga dapat meningkatkan kelenturan, kekuatan, keseimbangan tubuh dan pernafasan.

Praktisi yoga, Ali Watts, berkata pada Cycling Tips, “Yoga adalah proses peregangan yang lebih lanjut. Menyatukan pernafasan, gerak tubuh dan olah pikir. Jika yoga dilakukan dengan benar, seseorang yang melakukannya tak hanya akan mendapatkan tubuh yang lentur dan bugar.”

Untuk tujuan relaksasi, yoga singkat bisa dilakukan sesaat sebelum tidur. Beberapa orang yang lain melakukannya di pagi hari setelah bangun tidur, untuk mendapatkan pikiran yang segar. Coba saja, dan manakah yang akan memberikan manfaat terbaik?

Buku mewarnai untuk orang dewasa : terutama yang menyukai sepeda
Selama beberapa dekade, pelukis dan juga mantan pembalap sepeda yang berbasis di New York, Taliah Lempert, telah melukis banyak lukisan tentang sepeda. Dia juga telah melukis untuk beberapa ajang olahraga besar yang diadakan di Amerika Serikat, seperti road bike juara Olimpiade 1984 milik Connie Carpenter, sepeda Land Shark milik Andy Hampsten yang memenangi Giro d’Italia 1988, dan sepeda LeMond milik Greg LeMond saat menjuarai Tour de France 1990.

Selain melukis, Taliah juga membuat karya-karyanya diaplikasikan di benda seni lain, seperti cetakan edisi terbatas, gambar sablon di kaos, kartu pos, dan buku mewarnai.

Ilustrasi via Creative Commons / www.cyclingtips.com.

Jarum dan benang rajut
Jika buku mewarnai bukanlah hal yang disukai, beralihlah ke jarum dan benang rajut. Kerajinan tangan yang sudah berusia tua ini kini kembali berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat modern.

Efektif sama seperti kegiatan mewarnai, membuat rajutan atau sulaman, yang juga disebut sebagai meditasi lewat seni, juga memberikan efek menenangkan dan membuat rileks, sekaligus dalam saat yang bersamaan menstimulasi otak untuk mengeluarkan dopamin, hormon anti-depresan alami.

Kita pun bebas ingin membuat pola apa. Bisa jadi salah satu polanya bergambar sepeda ‘kan?

Jadi, cara meditasi manakah yang kamu pilih?

(diolah dari www.cyclingtips.com)