5 Tips : Pikiran yang Segar, Kayuhan pun Semakin Cepat

Makan makanan yang menyehatkan agar pikiran jadi sehat dan segar (via totalwomenscycling.com)

Alasan yang bisa jadi ada benarnya : saat pikiran segar, tanpa beban, maka kita akan bisa dengan senang hati mengayuh pedal, tanpa kemudian merasa cepat lelah. Apa penyebabnya?

Perasaan rileks atau santai akan memberikan dampak positif kepada hal yang lainnya, dalam hal ini adalah mengayuh pedal saat bersepeda. Pun saat rileks, recovery juga akan lebih cepat. Berikut ini ada beberapa manfaat dan cara untuk bisa mendapatkan pikiran yang segar, rileks dan santai…..

1. Tidur yang lebih berkualitas
Untuk menjadi seorang pesepeda yang lebih baik, kita perlu melatih otot-otot tubuh dengan ‘mekasanya’ dan kemudian recovery. Demikian seterusnya, rutin dilakukan. Dan recovery yang paling baik adalah saat kita beristirahat, khususnya saat tidur malam.

Insomnia, kesulitan tidur meskipun saat itu tuuh sudah etrasa sangat capek, bisa disebabkan oleh stres. Dalam kasus depresi, saat seseorang merasa tidak ‘aktif’ sama sekali, sangat malas untuk melakukan kegiatan apapun, mereka tetap kesulitan untuk tidur.

Lama waktu tidur yang paling baik bagi setiap orang berbeda-beda, kembali ke masing-masing individunya. Pada umumnya, tidur yang baik antara 7 hingga 9 jam setiap harinya. Namun untuk atlet profesional, lama waktu tidur bisa lebih lama. Jadi, jika tidur masih terusik dengan pikiran yang mengganggu, lebih baik kita singkirkan dahulu hal yang mengganggu pikiran itu.

2. Makan lebih lahap
Kebugaran tubuh saat bersepeda tidak hanya kaitan antara ‘berat badan dengan tenaga yang dikeluarkan’ untuk mengayuh pedal. Hal yang dibayangkan sebagian besar orang awam adalah bahwa orang yang memiliki tenaga kayuhan paling kuat dengan berat badan yang paling ringan akan melaju paling cepat. Kehilangan terlalu banyak bobot tubuh bisa mengurangi besarnya tenaga kayuhan kaki kita. Seperti yang dikatakan banyak orang, pesepeda amatir atau cycle enthusiast punya kehidupan yang sibuk (dengan pekerjaan), sehingga hanya sedikit yang memiliki berat badan yang optimal.

Mengalami stres karena pekerjaan atau rasa gelisah yang tidak jelas akan berdampak pada pola makan yang tak teratur. Dalam banyak kasus, makan adalah sebuah proses pelepasan rasa emosi untuk mengatasi stres, bukan sebagai respon alami tubuh yang membutuhkan bahan bakar untuk diubah menjadi energi untuk bersepeda nantinya.

Saat pikiran kita dipenuhi hal-hal yang gembira, kita akan lebih terkontrol untuk menikmati makanan yang ada, lebih memilah-milah makanan, agar lebih bermanfaat bagi tubuh.

3. Jarang sakit
Sudah sejak dulu orang percaya bahwa kesehatan mental yang menurun juga akan menyebabkan menurunnya performa fisik, dan penelitian juga menunjukkan bahwa secara medis hal itu saling terkait. Sistem imun tubuh dibuat di dalam sel-sel darah di dalam tubuh, khususnya sel darah putih. Hormon penyebab stres, kortikosteroid, menyebabkan salah satu jenis sel darah putih, limfosit, tak terlalu efektif melakukan ‘tugasnya’.

Respon hormonal tubuh juga akan terjadi secara alami. Stres juga akan menyebabkan tidur yang tidak nyenyak, pola makan yang tak teratur dan mungkin saja kecanduan konsumsi alkohol, yang akan menurunkan imunitas tubuh.

Bisa bersepeda dnegan kondisi fisik dan mental yang bagus umumnya dihasilkan dari latihan yang rutin dan teratur, tak mudah terkena flu dan demam. Dan pikiran yang segar dan rileks secara tak langsung akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap hal-hal yang menyebabkan sakit itu.

4. Lebih termotivasi untuk berolahraga
Mood yang buruk akan menjadi penyebab rasa malas yang berkepanjangan, yang paling gampang adalah malas bangun pagi dan keluar bersepeda – padahal bersepeda adalah hobi yang menyenangkan.

Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga atau bersepeda secara rutin bermanfaat untuk menjaga level kebugaran, bahkan bagi orang yang mengidak penyakit kronis seperti kanker dan gejala sakit jantung.

Patrick O’Connor, salah satu peneliti di Universitas Georgia mengatakan, “Banyak orang, saat mereka merasa pegal-pegal atau nyeri, hal yang mereka lakukan adalah tetap melakukan kegiatan fisik, namun dengan intensitas yang ringan dan santai.”

Berolahraga atau bersepeda akan memompa semangat dan motivasi, yang akan membuat perasaan jadi lebih gembira. Jadi, meskipun sedang merasa stres karena banyak pekerjaan, cobalah untuk keluar bersepeda selama 10 sampai 30 menit, dan lihat perubahan seperti apa yang terjadi.

5. Lebih percaya diri
Hal ini sudah jadi pengetahuan umum, bahwa jika kita memandang diri kita dan lingkungan sekitar dari sisi positif, maka kita akan merasa lebih percaya diri. Dan kepercayaan diri berperan penting saat kita melakukan segala sesuatu, termasuk pada saat bersepeda.

Josie Perry, seorang psikolog olahraga berkata, “Penelitian di bidang psikologi olahraga menunjukkan bahwa rasa percaya diri akan menentukan kesuksesan seorang atlet. Jadi, semakin percaya diri akan semakin baik pula performa saat berolahraga atau bersepeda.”

(diolah dari totalwomenscycling.com)