Apakah Kafein Masuk dalam Daftar Zat yang Dilarang WADA?

Secangkir kopi dan miniatur sepeda (via road.cc).

Kafein bisa jadi akan masuk ke dalam daftar zat yang dilarang oleh World Anti-Doping Agency (WADA), karena diperkirakan bisa meningkatkan performa fisik orang yang mengkonsumsinya, namun masih menunggu hasil dari penelitian yang kini sedang berlangsung.

Oleh WADA, kafein dimasukkan ke dalam daftar zat yang akan dimonitor penggunaannya selama tahun 2017 ini, sehingga para peneliti bisa memantau performa atlet yang menggunakan kafein dalam asupan gizinya, apakah peningkatan yang terjadi signifikan karena kafein, atau tidak.

Kepala Agensi Mikro-Biologi Federal Rusia (FMBA), Vladimir Uiba, baru-baru ini bercerita pada TASS, “Jika kemudian WADA memutuskan menggolongkannya ke dalam zat yang dilarang (dalam dunia olahraga), maka kami siap untuk menggencarkan pengurangan konsumsi kopi maupun minuman ringan yang mengandung kafein.” Vladimir Uiba sendiri yakin bahwa kafein akan masuk ke dalam zat yang dilarang WADA di akhir tahun ini.

Penelitian dan monitoring yang dilakukan WADA akan berlangsung hingga September, kemudian akan memberikan waktu tiga bulan pengawasan lebih lanjut, dan di akhir tahun ini atau awal tahun depan akan memberkan keputusan finalnya.

Sebuah zat dapat dimasukkan ke dalam daftar zat yang dilarang oleh WADA jika memenuhi tiga kriteria berikut :
1. memiliki potensi untuk meningkatkan performa
2. memiliki potensi risiko kesehatan bagi atlet
3. merusak semangat sportivitas olahraga

Juru bicara WADA, Maggie Durand, berkata pada Washington Post, “Niatan yang akan dilakukan Vladimir Uiba bisa dibilang terlalu jauh. Kami tak mungkin akan melarang makanan yang dimakan secara wajar, meskipun dalam makanan tersebut mengandung zat yang bisa meningkatkan performa, sebut saja kafein, akan dilarang dan dimasukkan ke dalam daftar zat yang dilarang dikonsumsi oleh atlet.”

Sebelumnya, di tahun 2004, kafein dihapus dari daftar zat yang dilarang dikonsumsi. Berkaitan dengan hal itu, konsumsi kafein dibatasi hingga kadar 12 mikrogram/ml di dalam urin, yang setara dengan 8 cangkir kecil espresso.

(diolah dari road.cc)