Apakah Permen Bisa Jadi Pengganjal Perut saat Bersepeda?

Ilustrasi via www.fimela.com.

Saat meraih kemenangannya di ajang Kuurne – Brussels – Kuurne akhir minggu lalu, juara dunia balap sepeda Peter Sagan mengunyah banyak permen Haribo gummy bears di mulutnya…

Dan hal itu menimbulkan pertanyaan : Seberapa efektifkah permen sebagai bagian dari diet para pesepeda, jika dibandingkan dengan performance gel, permen karet dan power bar yang memang dikomposisikan khusus bagi para atlet?

Stacy Sims, seorang ahli fisiologi, ahli nutrisi dan sekaligus pengarang ROAR (panduan kebugaran dan nutrisi untuk perempuan) mengemukakan pendapatnya. “Ide di balik mengunyak permen berbahan dasar gula (pada saat bersepeda) adalah untuk menaikkan kadar gula darah dengan cepat.” Dalam kasus Peter Sagan, permen seperti gummy bears, karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi yang tercerna dengan cepat, adalah cara yang tepat untuk menggantikan simpanan glikogen di dalam tubuh, setelah penampilan yang luar biasa, sejauh 124,7 mil.

Selama bersepeda, tentu saja kita tak akan bisa sepenuhnya bergantung pada permen saja. Stacy Sims mengatakan bahwa tubuh kita tetap membutuhkan makanan yang sebenarnya, apalagi jika menempuh jarak yang jauh. Namun, saat dirasa tenaga kita sudah mulai turun, atau kayuhan terasa semakin berat, permen bisa sedikit membantu menambah energi secara ‘instan’, terutama di jam-jam terakhir sebelum mencapai tempat yang dituju.

Adam Myerson, seorang mantan pembalap profesional dan pelatih di Cycle-Smart, ada dua alasan yang menjadikan permen sebagai pilihan camilan yang bagus. “Selama bersepeda, permen memang bisa jadi pilihan tepat, karena mudah dibawa dan tak terasa berat.”

Pilihan kedua adalah mengkombinasikannya dengan cara lama, yaitu dengan tambahan minuman ringan dan snack seperti roti atau snickers. Cara kedua ini mungkin bisa mengatasi rasa lapar hingga tengah hari bersepeda, atau jika benar-benar sudah sangat lapar, namun hanya tinggal sedikit lagi sampai di tempat tujuan.

Snickers mengandung campuran yang pas antara gula dan lemak, dengan sedikit protein dari kacang yang ada di dalamnya, yang membuatnya ideal sebagai snack di tengah hari. namun karena bahan coklat-nya yang mudah meleleh saat terkena panas, lebih baik jika snack ini dimakan sebelum tengah hari.”

(diolah dari www.bicycling.com)