Paris – Roubaix, Adakah Pembalap yang Gunakan Disc Brakes?

Tom Boonen saat membalap di ajang Tirreno - Adriatico 2017 yang lalu (via Cor Vos © 2017 / CyclingTips).

Setelah banyak pertimbangan dan perdebatan mengenai penggunaan disc brakes di balap sepeda pro peloton, apakah ada yang akan menggunakannya di ajang seperti Tour of Flanders atau Paris – Roubaix?

Penggunaan disc brakes tak hanya memberi cengkeraman rem yang lebih baik pada saat basah atau hujan, namun juga memberikan tyre clearance yang lebih lebar pula, sehingga memungkinkan untuk menggunakan ban dengan ukuran yang lebih besar untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih. Meskipun hal itu terdengar melegakan, apalagi jika menghadapi ajang balap sepeda yang di beberapa bagian rutenya memiliki segmen jalanan cobblestone seperti Tour of Flanders atau Paris – Roubaix, kemungkinan teknologi itu digunakan para pembalap pro masih sangat kecil.

Tom Boonen mencatatkan dirinya dalah buku sejarah setelah memenangkan ajang balap sepeda di bawah naungan UCI dengan mengendarai sepeda dengan disc brakes untuk pertama kalinya, saat itu dia menaiki Specialized Venge ViAs Disc, dan dia menegaskan bahwa selama musim ini akan selalu menggunakan sepeda dengan disc brakes.

Ajang yang terakhir diikuti Tom Boonen adalah Tirreno – Adriatico, saat dia menaiki Specialized Venge ViAs Disc namun dengan cat custom, namun dia menaiki Tarmac, yang masih menggunakan rim brakes, dengan cat yang warnanya sama saat membalap di Milan – San Remo, yang juga dia gunakan saat di E3 Harelbeke dan Gent – Wevelgem – balapan di Belgia yang sebagian rutenya juga melewati cobblestone, sama seperti Tour of Flanders.

Tom Boonen, seperti halnya Peter Sagan, yang juga disponsori oleh Specialized, diharapkan akan menggunakan sepeda Roubaix buatan Specialized yang didesain ulang, dengan suspensi depan Future Shock yang unik dan hanya didesain menggunakan disc brakes, di ajang Tour of Flanders dan Paris – Roubaix.

Michael Matthews (Sunweb) mengendarai Giant Defy Anvanced SL Disc di ajang Dwaars Door Vlaanderen, namun kembali memilih menggunakan rim brakes saat di ajang Gent – Wevelgem (via Cor Vos © 2017 / CyclingTips).

Namun, Sean Estes dari Specialized menyatakan pendapatnya saat diwawancarai CyclingTips, bahwa jika terjadi ban bocor atau kerusakan lain yang terjadi pada wheelset, akan lebih sulit dilakukan, karena variansi yang sangat tipis di antara rotor dengan brake pad. Hal itu menjadi pertimbangan para pembalap pro saat berlomba di ajang yang penting dan menentukan bagi diri mereka.

Malahan, kedua pembalap tersebut, yang menjadi unggulan utama di dua ajang balap itu, akan menaiki sepeda Specialized Roubaix versi lama, yang masih menggunakan rim brakes.

Sean Estes menambahkan, “Kami ingin akses yang mudah dan gampang bagi semua pembalap, jika suatu ketika mengalami kerusakan di tengah lomba, apalagi jika lomba yang diikuti memiliki risiko terkena ban bocor dengan mudah. Teknologi disc brakes belum menemukan tempat yang tepat pada saat ini.”

(diolah dari CyclingTips)