Tips : Kapan Sebaiknya Rantai Diganti?

Rantai Shimano XT CN-HG95 (via AliExpress.com).

Rantai sepeda semakin lama pasti akan semakin aus karena sepeda yang dinaiki setiap hari dan perlu diganti agar performa drivetrain tetap terjaga dan lebih awet. Rantai yang aus akan menyebabkan shifting yang lebih lambat, sprocket jadi lebih cepat aus, dan kemungkinan putus rantai semkin besar.

Jadi, kapan sebaiknya rantai diganti?

SRAM menyatakan, “Untuk mengganti rantai, kami tidak mengatakan setiap atau setelah dipakai sekian ribu kilometer, hal itu tentu saja tidak mungkin. Rantai aus karena banyak faktor yang memengaruhinya, di antaranya perawatan (dibersihkan / dilumasi), kondisi lingkungan saat bersepeda (berair / lumpur / debu / pasir), kebiasaan shifting pesepeda dan kondisi keseluruhan drivetrain (keausan chainring / sprocket).

Pendapat yang sama juga dinyatakan oleh Campagnolo. “Sangat sulit untuk menentukan berapa kilometer jarak yang bisa ditempuh oleh rantai yang terpasang, terkait dengan fakta bahwa berat badan pesepeda yang berbeda-beda, riding style yang berbeda, seringnya melakukan shifting, kekuatan saat mengayuh pedal, rute yang dilewati (jalan datar atau banyak tanjakan), perawatan yang dilakukan… Semua variabel tersebut menentukan seberapa lama rantai bisa digunakan dan kemudian tiba saatnya diganti,” ujar perwakilan Campagnolo, Joshua Riddle.

“Jaraknya sangat bervariasi, mulai dari 3.000 km hingga 8.000 km. Namun dalam beberapa kasus, bisa saja lebih pendek atau lebih jauh lagi jarak yang ditempuh.”

Rantai perlu diganti saat dilihat ada kerusakan (misalnya retak kecil) atau mulai longgar di beberapa mata rantai, serta perlu diperiksa secara rutin, agar bisa segera ketahuan jika ada kerusakan kecil yang terjadi.

Ada beberapa cara untuk memeriksa apakah rantai yang ada di sepeda mulai aus…..

Ukur dengan penggaris
Dengan penggaris, akan lebih gampang mengecek rantai dengan ukuran imperial, karena 1 mata rantai pasti akan sepanjang 1 inci.

Ilustrasi via road.cc.

Buatlah rantai tegang, dengan dikayuh maju namun ditahan, agar rantai tidak memutar. Ukurlah 12 mata rantai. Pada rantai yang baru, 12 mata rantai yang diukur dengan penggaris akan tepat sepanjang 12 inci. Namun pada rantai yang sudah terpakai, 12 inci pada penggaris tak akan sampai tepat 12 mata rantai, karena rantai sudah sedikit molor. Jika jarak antara penanda 12 inci di penggaris dengan sambungan mata rantai kurang dari 1/16 inci, maka rantai itu masih baik untuk dipakai, namun jika lebih dari 1/16 inci, sebaiknya rantai diganti.

Jika menggunakan ukuran metric, lebih mudah dengan mengukur 10 mata rantai. Ukurlah 10 mata rantai. Jika panjang 10 mata rantai maksimal sepanjang 25.5 cm, maka rantai itu masih baik-baik saja. Namun jika lebih dari 25.5 cm, maka sebaiknya rantai diganti.

Ilustrasi via road.cc.

Chain wear indicator
Chain wear indicator juga disebut chain checker, adalah alat yang fungsinya persis seperti namanya.

Chain checker buatan Park Tool (via road.cc).

Mengukur keausan dengan ‘mata’
Ada saran dari KMC untuk mengukur keausan rantai dengan sederhana. Jika tidak punya chain checker atau tidak sempat mencari penggaris, maka letakkanlah rantai pada chainring terbesar dan cobalah untuk menarik rantai yang menempel di chainring itu. Jika kemudian rantai yang terangkat lebih dari separuh mata rantai, maka bisa jadi rantai atau chainring, atau keduanya, sudah mulai aus dan perlu diganti.

Ilustrasi via road.cc.

(diolah dari road.cc)