5 Kesalahan saat Latihan Bersepeda yang Sering Tak Disadari

Ilustrasi via ShutterStock / Bicycling.com.

Saat ini sudah masuk pertengahan bulan April dan cuaca semakin mendukung untuk bersepeda, meskipun kadang hujan juga masih turun mengguyur. Dengan cuaca yang cocok, maka semakin sesuai pula untuk berlatih teknik bersepeda, tak hanya melulu bersepeda berkeliling kota saja. Namun kadang ada hal yang secara tidak sadar kita lakukan pada saat latihan bersepeda, apalagi jika dilakukan bersama dengan teman yang lain, padahal sebetulnya hal itu bisa mengganggu ritme latihan. Apa saja?

1. Mengayuh pedal terlalu bertenaga; terlalu ngoyo
Mengayuh pedal yang terlalu bertenaga atau terlalu ngoyo bisa menyebabkan tendonitis atau kram. Saat tubuh dipaksakan bergerak terlalu cepat dan terlalu dini, hal itu bisa merusak kerja dasar metabolisme tubuh.

Kegiatan bersepeda yang dilakukan sebaiknya juga tak dilakukan terlalu sering. Misalkan saja dalam seminggu ada latihan total sebanyak 100 persen. Maka dalam sehari sebaiknya dilakukan latihan sebanyak 10-15 persen saja. Seandainya total waktu yang digunakan untuk bersepeda dalam seminggu ada 10 jam, setidaknya dalam sehari bisa bersepeda selama satu hingga 1,5 jam. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah kebutuhan dan kemampuan bersepeda tiap-tiap orang berbeda-beda. Maka temukanlah ritme yang paling cocok untuk dirimu.

2. Terbawa ritme kayuhan teman lain
Bersepeda dalam rombongan memang bagus, karena motivasi dan semangat akan bertambah, jika dibandingkan dengan bersepeda sendirian. Namun, jangan sampai ritme kayuhan kita terlalu terbawa dengan ritme rombongan besar. Jika memang tubuh kita sudah tak mampu mengikuti ritme rombongan, maka kendurkan kayuhan sedikit, biarkan tubuh agak beristirahat. Dan hal itu menjadi perhatian bagi diri sendiri, bahwa kita harus bisa meningkatkan kemampuan diri kita, karena ternyata masih ada yang bisa lebih cepat daripada kita sendiri.

3. Melewatkan latihan kombinasi
Bersepeda tak hanya tentang berada di atas sepeda dan mengayuh pedal. Untuk bisa melakukan kegiatan bersepeda dengan baik, harus didukung dengan asupan makanan dan latihan lain yang mendukung kegiatan bersepeda. Latihan lain yang bisa dilakukan antara lain latihan beban, jogging atau berenang. Jika fisik tak mendukung, maka kegiatan bersepeda pun tak akan bisa dilakukan dengan baik.

4. Terlalu banyak carbo loading
Karbohidrat adalah sumber utama yang akan dikonversi menjadi energi yang akan digunakan untuk menggerakkan kaki dan mengayuh pedal. Butuh waktu tertentu untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Jika waktunya pas, maka pada saat mulai bersepeda, energi pun sudah tersedia dan kegiatan bersepeda pun kemungkinan besar tak akan ada hambatan. Namun jika sebelum bersepeda diawali dengan sarapan yang terlalu banyak asupan karbohidratnya, dan dengan waktu yang terlalu mepet sebelum mulai bersepeda, maka sarapan tersebut akan sia-sia, karena saat mulai bersepeda, bahan makanan itu belum selesai diubah menjadi energi, dan mungkin akan membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk.

5. Lupa pemanasan dan pendinginan
Sederhana, tapi penting. Pemanasan perlu dilakukan agar otot tidak kaget saat nantinya digunakan untuk bekerja mengayuh pedal. Pun demikian dengan pendinginan. Setelah selesai bersepeda, jangan langsung berhenti total, agar (lagi-lagi) otot tidak kaget.

(diolah dari www.bicycling.com)