Mark Cavendish Didiagnosa Terkena Virus Epstein-Barr

Mark Cavendish (via Cycling Today).

Mark Cavendish didiagnosa terkena virus Epstein-Barr, atau yang lebih umum dikenal sebagai ‘demam kelenjar’ atau mononukleosis, dan memerlukan waktu bertahap untuk kembali ke tingkat kebugaran yang optimal dan kembali berlatih. Vius itu terdeteksi saat dilakukan pengecekan darah secara rutin oleh UCI.

Mark Cavendish melewatkan semua seri cobbled Classics dan berhenti membalap setelah Milan – San Remo. Timnya, Dimension Data mengidentifikasi awal sebagai cedera karena kelelahan di etape terakhir Tirreno – Adriatico. Dia memang pulih dari cedera yang dialaminya, namun membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa kembali fit, setelah didiagnosa terkena mononukleosis.

Menurut Jarrad van Zuydam, dokter tim Dimension Data, Mark mengalami kelelahan yang tak bisa dijelaskan, sebelum pada akhirnya diketahui dia terkena virus itu.

“Analisis darah terakhir menunjukkan bahwa dia terkena infeksi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Sayangnya, tak ada perlakuan spesifik agar bisa segera sembuh dari penyakit tersebut, satu-satunya cara adalah istirahat yang cukup. Latihan ringannya dan gejala penyakit itu akan terus dimonitor secara hati-hati, dengan harapan, secara bertahap, dia bisa kembali ke level kebugarannya semula,” ujar Jarrad van Zuyden.

Tim Dimension Data berharap agar Mark bisa segera kembali fit dan ikut di ajang Tour de Romandie di akhir bulan ini. Namun, itu sebelum analisis terakhir yang dilakukan Rabu kemarin. Kini, sepertinya Mark Cavendish akan melewatkan Tour de Romandie dan Tour of California bulan depan.

Berbicara kepada CyclingNews sebelum Mark Cavendish didagnosa terkena virus tersebut, manajer tim Doug Ryder menyatakan bahwa tim melakukan pendekatan yang hati-hati demi kembalinya Mark Cavendish ke arena balap, setelah mengalami cedera ringan di pergelangan kaki.

“Kami ingin pendekatan mendalam dan jangka panjang, daripada menyegerakan kembalinya ke arena balap hanya untuk dua ajang balap. Kami tak ingin memaksa hal itu,” ujar Doug Ryder mengenai cedera pergelangan kaki Mark Cavendish.

“Di saat ini, kami ingin melakukan segala sesuatunya dengan hati-hati dan cermat. Mark memang frustasi (karena cedera dan terkena virus), namun kami harus memastikan dia kembali ke level 100 persen sebelum kembali berlaga di arena balap. Itu adalah hal yang penting,” ujar Doug Ryder.

Mark Cavendish melakukan ‘pekerjaan berat’ selama tahun 2016 dengan mengikuti banyak ajang balap. Hal itu menjadikan awal tahun ini lebih seperti pencarian kebugaran daripada kesiapan untuk berlaga di musim yang baru. Meskipun belum berada di performa terbaiknya, Mark berhasil menembus peringkat 10 besar di Abu Dhabi Tour, salah satunya memenangi etape 1, pada bulan Februari yang lalu. Namun, dia gagal berprestasi di Tirreno – Adriatico dan hanya di peringkat ke-101 di ajang Milan – San Remo.

Mark Cavendish telah memenangi 30 etape di Tour de France dan memenangi jersey hijau di tahun 2011. Dia adalah pembalap kedua di Dimension Data yang didiagnosa terkena virus Epstein-Barr, setelah Jaco Venter di bulan Januari lalu.

(diolah dari www.cyclingnews.com)