Tips : Kenapa Pesepeda Seringkali Berada di Tengah Jalan, bukan di Tepi Jalan? Dan Jawabannya adalah…..

Ilustrasi via Revolights.

Jika ada satu hal yang mengganggu jalannya pengendara sepeda motor, apalagi mobil, selain pesepeda yang berjalan saling bersampingan, adalah pesepeda yang mengendarai sepedanya di tengah jalan, dan menghalangi laju motor / mobil itu…

Penyebabnya adalah, bukan karena si pesepeda ingin menghalangi jalu motor atau mobil, dan membikin pengendara motor / mobil itu naik pitam, namun alasannya lebih sederhana, dan berkaitan dengan keselamatan dan keamanan si pesepeda.

1. Permukaan jalan yang rusak
Alasan utama pesepeda memilih bersepeda agak ke tengah jalan adalah permukaan jalan atau aspal yang rusak di bagian tepi jalan. Pengendara mobil atau motor mungkin akan merasakan dampak dari lubang di jalan raya, namun dampak itu akan terasa lebih besar bagi seorang pesepeda.

Saat tak sengaja melewati lubang di jalan, hal paling minimalis yang terjadi adalah sekadar rasa kaget. Sedangkan hal paling buruk yang bisa terjadi adalah jatuh dari sepeda, dan kemungkinan juga bisa mengalami cedera. Selain itu, sepeda pun bisa rusak setelah ‘menghajar’ lubang itu.

Bahkan, di Inggris, hampir 100 pesepeda meninggal atau mengalami cedera serius karena permukaan jalan yang buruk, di tahun 2015.

2. Kemacetan di tepi jalan
Menggunakan bagian tengah jalan, atau ‘bagian utama’ jalan, bisa dimaknai agar “jangan sekali-kali mendahului” di beberapa saat tersebut. Namun seringkali pengendara motor maupun mobil kurang bisa memahami ‘bahasa pesepeda’ itu.

Tepian jalan, meskipun ‘tenang’, namun kadang juga mengejutkan. Seringkali orang yang sedang berjalan di trotoar tiba-tiba saja turun ke jalan untuk menghindari apa yang menghalangi jalannya di trotoar. Dan jika si pesepeda yang sedang asyik bersepeda di jalan tidak memperhatikannya, bisa saja pejalan kaki itu terserempet. Demi keamanan dan keselamatan, baik bagi pejalan kaki maupun si pesepeda, pesepeda lebih memilih untuk berjalan agak ke tengah jalan.

Memilih untuk berjalan di tengah jalan bisa menjadi opsi yang aman saat berada di jalan yang sempit. Dengan berada di tengah jalan, maka mobil atau motor tak akan mungkin mendahului. Jika jalan sudah kembali lebar, maka sebaiknya kembali ke tepi jalan, agar pengemudi motor atau mobil yang ada di belakang tak semakin emosi…

3. Mobil / motor yang sedang terparkir
Seperti halnya lubang di tepi jalan, mobil atau motor yang terparkir di tepi jalan mungkin tak akan terlalu berarti bagi pengendara mobil. Namun hal itu bisa membuat kita, sebagai pesepeda, masuk rumah sakit jika tak sengaja menabrak atau menyerempetnya.

Bukan hanya mobil yang sedang terparkir. Yang lebih membahayakan adalah jika tiba-tiba pintu mobil yang sedang terparkir itu terbuka dan seseorang keluar dari dalamnya dengan kalem dan tanpa rasa bersalah. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam situasi tersebut. Silakan saja berandai-andai, dan andaikan pula konsekuensi yang mungkin juga terjadi.

Saat melewati mobil yang sedang terparkir, setidaknya beri jarak yang cukup agar tak sampai mengenai pintu mobil yang bisa saja terbuka secara tiba-tiba.

4. Lalu lintas yang lambat
Alasan yang satu ini mungkin hanya terjadi di wilayah perkotaan, saat pesepeda memilih mengendarai sepedanya di tengah jalan, di antara mobil-mobil yang berjalan dengan kecepatan yang sama dengan sepeda, atau malah lebih lambat karena lalu lintas yang macet.

(diolah dari www.cyclingweekly.co.uk)