Egan Bernal, Pembalap Muda Titisan Nairo Quintana

Egan Bernal, yang disebut sebagai pembalap muda terbaik (via Fotoreporter Sirotti).

Manajer tim Androni Giocattoli, Gianni Savio, telah mengkonfirmasi bahwa dia siap bernegosiasi mengenai transfer Egan Bernal ke sebuah tim World Tour.

Dilansir dari Cyclingnews bahwa Team Sky, Movistar dan Bahrain – Merida, ketiganya tertarik untuk merekrut Egan Bernal. Dua tim yang disebutkan di awal sepertinya akan bersaing ketat untuk mendapatkan persetujuan dari Gianni Savio dan agen Egan Bernal, Giuseppe Acquadro, yang telah menjadi banyak pembalap bagus dari Kolombia.

Tak ada sistem transfer yang teregulasi dengan baik di dunia balap sepeda, di mana tim kecil pada umumnya tidak mendapat penghargaan apapun setelah menemukan dan mengembangkan bakat pembalap muda. Malahan, para pembalap bebas berpindah tim saat kontraknya habis dengan sebuah tim, dan biasanya kontraknya hanya berjalan satu musim balapan saja.

Namun, Gianni Savio, yang telah berhasil mengembangkan tim pro-continentalnya, sepertinya ingin mendapatkan keuntungan dari investasinya terhadap pengembangan bakat Egan Bernal, dengan beberapa klausul finansal dalam kontrak Egan Bernal.

Gianni Savio mengontrak pembalap berusia 20 tahun itu berkat pengetahuannya yang mendalam tentang perkembangan balap sepeda di Amerika Latin. Egan Bernal mendapat medali perak di ajang Kejuaran Dunia Junior Mountain Bike, namun lebih memilih untuk fokus pada balap sepeda road, dan akhirnya dikontrak selama empat tahun oleh tim Gianni Savio di 2016. Dikabarkan bahwa Egan memiliki VO2max di angka 88,8 dan dengan cepat menunjukkan kemampuannya di tanjakan dalam beberapa kesempatan balapan yang diikutinya, termasuk peringkat ketujuh di akhir balapan Tour de Langkawi tahun ini dan posisi kedua di Giro dell’ Appennino. Dia memenangi Tour of Bihor dan posisi keempat di Tour de L’Avenir di 2016 dan juga mendapatkan penghargaan sebagai Pembalap Muda terbaik ke-2 di Tour of the Alps, setelah Hugh Carthy (Inggris Raya).

Gianni Savio berkata pada Cyclingnews, “Kami mendapat beberapa tawaran terhadap Egan, nahkan ada yang menawar untuk memboyong Egan berpindah tim di tengah musim ini, agar dia bisa ikut membalap di Vuelta a Espana dengan tim barunya.”

“Namun kami memutuskan untuk tetap menjaga kontraknya tahun ini, hingga akhir tahun, karena target besar di tahun ini adalah menjaga dan menaikkan peringkat di klasifikasi Coppa Italia, agar tim kami bisa mendapatkan jatah otomatis di Giro d’Italia tahun depan. Tahun ini kami gagal karena peringkat di akhir tahun lalu kurang bagus.”

“Aku ikut senang Egan Bernal bisa memiliki kesempatan untuk berpindah ke tim yang lebih hebat. kami juga mempertimbangkan sejumlah bonus yang akan diberikan jika dia bisa berprestasi bagus di balapan yang diikutinya. Dan nantinya, aku akan sangat gembira jika akhirnya dia bisa memenangi sebuah seri Grand Tour,” ujar Gianni Savio.

Perlu sebuah sistem transfer
Gianni Savio berpendapat bahwa di dunia balap sepeda perlu adanya sistem transfer yang terstruktur, seperti pada beberapa olahraga profesional lainnya. Tim sepakbola yang berbasis di Turin, Torino, dilaporkan akan mempertimbangkan tawaran sebesar 55 juta Poundsterling untuk penyerang mudanya, Andrea Belotti, dan sepertinya Chelsea siap melayangkan uang sebesar itu.

“Aku sangat familiar dengan dunia sepakbola, dan aku membandingkan timku ini, Androni Giocattoli, dengan tim sepakbola seperti Torino atau Leicester di Inggris. Aku sangat menyukai Claudio Ranieri, dan kurasa pemecatannya dari Leicester seperti sebuah ketidakadilan, sama seperti timku ini yang tak masuk dan ikut di Giro d’Italia tahun ini.”

“Aku mencoba untuk menyumbangkan pendapatku untuk kemajuan dunia balap sepeda dan perkembangannya. Sistem transfer yang jelas akan membantu mengembangkan tim-tim kecil, tim po continental, yang kadang hanya mandapat jatah wild card di ajang Grand Tour. Kadang kami harus ‘menjual’ pembalap, agar kehidupan di dalam tim dapat terus berlangsung. Memang menyedihkan, namun itu nyata. Aku bersaha menyelamatkan tim ini sejak 2014, meskipun sponsor kedua kami, Venezuela, hanya memberikan sepertiga dari jumlah yang tertulis di kontrak kerjasama sponsor. Dua musim terakhir adalah sebuah keajaiban. Jika kami nantinya bisa memberikan talenta terbaik bagi tim World Tour, maka pertukaran dengan finansial yang mencukupi akan membrikan manfaat bagi kedua belah pihak.”

(diolah dari www.cyclingnews.com)