Portugal Tunda Kebijakan Wajib Memakai Helm bagi Pesepeda

Ilustrasi via road.cc.

Pemerintah Portugal telah menunda pemberlakuan kebijakan keharusan memakai helm bagi pesepeda, setelah mendapat banyak tentangan dari para warganya.

Sebelumnya, pemerintah Portugal telah merancang kebijakan kewajiban memakai helm bagi pesepeda, yang akan sepenuhnya diterapkan pada tahun 2020, yang terangkum dalam Kebijakan Strategis Keamanan Jalan Raya Nasional, seperti yang tercatat oleh European Cyclist’ Federation (ECF).

Para penentang kebijakan itu melakukan demonstrasi pada sekitar Natal bulan Desember yang lalu, yang diikuti oleh sekitar 600 orang, di ibukota Portugal, Lisbon.

Portugal dikenal memiliki reputasi buruk tentang keamanan di jalan raya dan dianggap sebagai salah satu yang paling berbahaya di seluruh Eropa. Rata-rata kecelakaan yang dialami pesepeda di Portugal mencapai 37 persen, jauh lebih banyak dari rata-rata di Eropa secara keseluruhan, 17 persen.

Namun, jumlah pesepeda yang meninggal dunia pun turun sebanyak 44 persen, dari 45 orang di tahun 2011 menjadi hanya 25 orang di 2015, meskipun semakin lama semakin banyak orang yang beralih dengan mengendarai sepeda.

Ceri Woolsgrove, salah satu pegawai di ECF menyatakan, “Aktivitas lobi yang luar biasa bagus di Portugal menunjukkan hasil positif pada promosi dan keamanan saat bersepeda.”

“Penundaan kebijakan kewajiban memakai helm akan menghilangkan batasan keinginan orang ingin bersepeda, sehingga akan ada lebih banyak orang yang tertarik untuk bersepeda, namun harus diikuti juga dengan peningkatan keamanan bagi pesepeda, salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur khusus untuk pesepeda.”

Beberapa negara Uni Eropa memiliki kebijakan kewajiban memakai helm bagi pesepeda, beberapa di antaranya hanya spesifik kepada kelompok umur tertentu.

Bulan lalu, Prancis mewajibkan anak berusia di bawah 12 tahun untuk memakai helm, baik saat bersepeda sendiri atau saat membonceng.

(diolah dari road.cc)