Tukang Kayu yang Meraih Jersey Pink Giro d’Italia

Lukas Poestlberger saat memakai jersey pink di podium (via Sporting Life).

Giro d’Italia telah berlangsung selama seminggu ini, dan masih ada waktu dua minggu lagi bagi para pembalap untuk bersaing mendapatkan catatan waktu terbaik. Namun tak ada salahnya kembali ke awal perhelatan ajang ini seminggu yang lalu, karena ada cerita yang sedikit unik di hari pertama penyelenggaraannya…..

—– —– —– —– —–

Jika ada orang yang membutuhkan dekorasi baru di dapur atau ruang tamunya, mungkin pemenang etape pertama Giro d’Italia, Lukas Poestlberger, bisa membantu – namun mungkin nanti setelah dia selesai merampungkan rangkaian balapan Giro d’Italia kali ini. Lukas mencatatkan kemenangan sensasional di ajang Grand Tour debutnya itu.

“Aku belajar teknik pertukangan kayu, jadi jika ada yang membutuhkan bantuan, mungkin aku bisa membantu,” canda Lukas setelah menyingkirkan sprinter lain dengan nama besar, di akhir etape pertama dari Alghero menuju Olbia, di Sardinia. “Namun saat ini, aku tak punya banyak waktu untuk mengaplikasikan keahlianku itu.” Namun kenyataannya, tim yang dibela Lukas, disponsori oleh dua perusahaan besar di industri perlengkapan rumah tangga, Bora (kompor) dan Hansgrohe (kran air).

Kejutan yang ditunjukkan Lukas adalah benar-benar sebuah kejadian yang membuat semua orang tercengang. Dia baru mendapat kabar bahwa namanya masuk ke dalam daftar pembalap tim Bora – Hansgrohe hanya tiga minggu sebelum Giro dimulai, dan Giro kali ini adalah ajang Grand Tour debutnya.

Di beberapa kilometer terakhir menjelang finish, Lukas berhasil menyelinap dan melewati para sprinter top yang telah bersaing dan bergumul dengan ketat, dan secara mengejutkan berhasil merebut jersey pink di etape pertama itu; di luar prediksi banyak orang, yang mengharapkan persaingan ketat muncul dari Vincenzo Nibali dan Nairo Quintana.

“Sebelumnya, impianku hanya agar bisa memenangi sebuah etape di Grand Tour. Namun setelah kemenangan ini, semangatku semakin bertambah,” ujar Lukas, yang hanya pernah memenangkan sebuah etape di Tour of Austria.

Di etape pertama itu, pembalap Australia, Caleb Ewan berada di posisi kedua dan Andre Greipel di posisi ketiga.

Keberhasilan Lukas Poestlberger memenangi etape pertama menjadi semangat bagi pembalap lain, karena sebagian besar keinginan para pembalap adalah bisa finish di depan juara dunia saat ini, Peter Sagan. Tim Bora – Hansgrohe juga mendominasi kriteria lain di hari itu. Cesare Benedetti menjadi King of Mountains di etape itu.

“Dari Peter (Sagan) aku banyak belajar tentang balap sepeda profesional. Namun aku juga memahami bahwa meskipun profesional, kegiatan ini hanyalah tentang bersepeda. Kamu tak akan mati saat kamu kurang maksimal saat mengayuh pedal. Segala sesuatunya harus dilakukan dengan gembira, nikmatilah dan ambil sisi positifnya,” ujar Lukas, yang beralih ke balap sepeda, setelah sejak kecil lebih menyukai mountain biking.

Lukas, yang memilih berolahraga hiking dan ski di musim dingin untuk menjaga kebugaran tubuhnya, bahkan belum mendapat kepastian apakah dirinya akan dimasukkan ke dalam daftar pembalap Bora – Hansgrohe di ajang Giro kali ini. “Peluangku 50 – 50, namun pada akhirnya mereka memasukkan namaku dan aku berhasil meraih etape pertama ini,” tambahnya.

(diolah dari www.velonews.com)