Tom Dumoulin jadi Orang Belanda Pertama yang Juarai Giro d’Italia

Tom Dumoulin, saat rayakan kemenangannya di etape ke-14 Giro 2017 (via road.cc / LaPresse).

Tom Dumoulin (Sunweb) jadi pembalap asal Belanda yang pertama yang menjuarai Giro d’Italia, setelah berhasil mengatasi defisit waktu 53 detik dari pembalap asal Kolombia, Nairo Quintana, di edisi ke-100 Giro d’Italia kali ii.

Di ‘hari perayaan’ bagi pembalap asal Belanda itu, hanya ada satu pembalap, pun asal Belanda, Jos van Emden (LottoNL – Jumbo) yang berhasil finish di depan Tom Dumoulin, dengan catatan waktu 33 menit 8 detik, dan menjadi pemenang di etape ke-21, setelah menempuh jarak 29,3 km dalam individual time trial dari Monza ke Milan.

Pada pengecekan waktu kedua, di kilometer 17,4 Sesto San Giovanni, Nairo Quintana telah tertinggal sekitar satu menit di belakang catatan waktu Tom Dumoulin, yang kemudian memimpin klasifikasi keseluruhan, meskipun dengan selisih waktu yang tipis.

Saat sang pembalap Kolombia memasuki kilometer final, Tom segera tahu bahwa kemenangan menjadi miliknya. Beberapa tayangan di televisi menunjukkan senyumannya pada saat itu.

Di etape final itu, Tom berada di belakang van Emden, dengan selisih waktu 15 detik lebih lambat, diikuti Manuel Quinzato (BMC Racing) di posisi ketiga.

Selisih total waktu Tom Dumoulin dengan Nairo Quintana (peringkat kedua klasifikasi total) adalah 31 detik, dan Vincenzo Nibali (Bahrain – Merida) ada di posisi ketiga, dengan catatan waktu sembilan detik lebih lambat daripada Nairo Quintana.

“Memang balapan yang gila,” ujar Tom Dumoulin. “Aku bisa memenangi Giro dengan balapan yang bisa memutus urat saraf…”

“Pada saat itu aku perlu menenangkan diri, untungnya aku bisa melakukannya, dan kaki-kakiku mau bekerja dengan baik. Aku tak mau diberi tahu tentang selisih waktu yang ada. Direktur olehraga tim hanya memberi tahu kapan aku harus mengendurkan kayuhanku, dan dia melakukannya pada saat sudah separuh panjang etape.”

Ekspresi kemenangan Tom Dumoulin (via road.cc / LaPresse).

Pemenang etape terakhir, Jos van Emden, juga tak kalah senangnya, “Luar biasa. Aku sangat senang sekaligus emosional. Sudah terlalu sering aku ada di posisi kedua saat time trial, namun akhirnya aku bisa memenangi salah satu etape yang terbaik.”

“Ada dua orang Belanda yang sangat gembira saat ini,” ujarnya. “Sehari sebelumnya aku mengirim pesan ke Tom Dumoulin, dan dia menjawab agar kami berdua bisa menikmati kegembiraan bersama, dan saat ini memang hal itulah yang sedang terjadi.”

Mikel Landa (Team Sky) dan Fernando Gaviria (Quick Step Floors) melengkapi etape final dengan mengukuhkan kemenangannya di klasifikasi mountains dan keseluruhan poin total di musim ini.

Adam Yates (Orica – Scott) menjadi pemegang jersey putih dan dinobatkan sebagai pembalap muda terbaik, dengan 28 detik lebih baik daripada catatan waktu Bob Jungels (Quick Step Floors).

Jos van Emden saat melewati garis finish di Milan (via road.cc / LaPresse).

(diolah dari road.cc)