Tips Bersepeda di Lintasan Berlumpur

Ilustrasi via mbaction.com.

Di Indonesia kini mulai memasuki musim kemarau, yang ditandai dengan semakin jarangnya turun hujan. Meskipun hujan, namun hanya dalam kurun waktu sebentar saja. Meskipun berada di awal musim kemarau, tak ada salahnya kita mengulik sedikit tips yang bisa dilakukan pada saat bersepeda melewati lintasan berlumpur. Tak ada salahnya ‘kan kita melakukan persiapan sejak jauh hari? Agar pada saat musim hujan nanti kita sudah siap melibas lintasan berlumpur dengan aman dan nyaman…..

—– —– —– —– —–

Lumpur bisa menjadi musuh utama para pesepeda gunung dan pengguna lintasan tanah lainnya. Bersepeda atau hiking di lintasan berlumpur bisa menyebabkan banyak kerusakan, baik itu kerusakan dari lintasan yang dilewati ataupun kemungkinan cedera yang bisa dialami. Mengetahui kapan sebuah lintasan bisa atau tidak bisa dilewati adalah pengetahuan yang penting. Dengan tahu kondisi di lapangan, kita bisa menghindari terjadinya kerusakan lintasan, sepeda dan menghindari cedera.

Berikut ini beberapa tips yang akan sangat berguna…..

Kapan sebaiknya tak menggunakan lintasan / jalur yang ingin dilewati?
• Saat ditutup oleh pengelola / warga setempat.
• Saat lumpur menempel tebal di ban, dan kembangan ban sepenuhnya tertutup lumpur; ban jadi tak berfungsi dengan semestinya.
• Jejak ban sangat dalam di lintasan / jalur yang dilewati.
• Air mengalir deras di lintasan / jalur.
• Sepeda tak dilengkapi fender atau tak memakai kacamata untuk melindungi mata dari cipratan.

Kapan sebuah lintasan / jalur layak digunakan untuk bersepeda?
• Jika jejak ban di lintasan tidak membekas dalam.
• Permukaan lintasan keras dan memiliki drainase yang baik.
• Tak ada genangan air di lintasan yang dilewati.
• Meskipun ada lumpur, namun lumpur bisa dengan mudah hilang / lepas dari ban, sepatu atau komponen dan bagian yang lain.
• Jika pada hari itu memang sedang ada kompetisi sepeda gunung.

Ilustrasi via mbaction.com.

Pilhan alternatif
Pecinta sepeda gunung kadang menemui fakta bahwa mereka sedang tak bisa bersepeda, memacu adrenalin di lintasan atau jalur yang ingin mereka lewati. Saat menghadapi situasi semacam itu, maka diperlukan rencana cadangan. Jika yang dicari adalah kebugaran tubuh, maka tak ada salahnya mengganti pacuan adrenalin di track sepeda gunung dengan memeras keringat dengan bersepeda statis. Meskipun tak akan memicu adrenalin sebanyak di lapangan, namun ada hal lain yang bisa didapat. Dengan berlatih menggunakan sepeda statis, kita bisa berlatih interval. Selain itu, kita akan lebih hemat waktu, karena tentu saja gym lebih mudah dicapai daripada lintasan sepeda gunung yang ada di pelosok pedesaan atau pegunungan. Kalaupun memang tak ingin berlatih, hal lain yang bisa dilakukan adalah merawat sepeda. Tak hanya membersihkan, namun mungkin juga melepas beberapa komponen, membersihkannya dan melumasinya lagi, dan dipasang, sehingga performanya akan terasa seperti komponen baru.

Beberapa tips lain…..
Saat sudah sampai di lintasan sepeda gunung, kita memang sudah harus mempersiapkan segala hal. Fender, googles, ban yang memang spesifik untuk lintasan tersebut, pengetahuan tentang track yang akan dilalui dan kemampuan menguasai sepeda dan lintasan yang mumpuni.

Pilihan ban juga menentukan. Beragam merk ban menawarkan fitur dan keunggulannya masing-masing. Pun demikian dengan tekanan ban. Tekanan ban yang sedikit dikurangi akan menambah traksi ban dengan permukaan lintasan.

Bersepeda di lintasan basah dan berlumpur bisa jadi menyenangkan, namun harus tetap berhati-hati karena kemungkinan terppeleset dan terjatuh juga jadi lebih tinggi. Penting untuk menjaga kecepatan tetap stabil.

Ilustrasi via mbaction.com.

Membersihkan sepeda
Setelah puas bersenang-senang bersepeda belepotan lumpur, jangan sampai lupa untuk membersihkan sepeda dan membuatnya kinclong lagi. Lebih mudah membersihkan lumpur pada saat masih basah daripada setelah mengering nanti. Salah satu aturan tak tertulis saat membersihkan sepeda adalah jangan menggunakan semprotan air dengan tekanan tinggi, tak peduli seberapa kotornya sepeda. Mandikan sepeda secara wajar. Jika semua bagian sudah basah, usapkan sabun atau pembersih secara merata, dan kemudian bilas kembali dengan air. Jika sudah bersih dari sabun, keringkan sepeda dan bagian-bagiannya dengan hati-hati, dan lumasilah lagi bagian-bagian yang membutuhkan pelumas, salah satunya adalah rantai. Sepeda kembali bersih dan siap dipakai belepotan lagi seminggu kemudian…..

(diolah dari mbaction.com)