Ikon Balap Sepeda : Maglia Rosa

Tom Dumoulin di Giro d'Italia 2017 (via Yuzuru Sunada).

Jersey pink yang menjadi penanda pemimpin klasifikasi balap mulai digunakan sejak Giro d’Italia tahun 1931, dan tak seperti jersey kuning di Tour de France, tak ada perdebatan tentang alasan penggunaan warna pink itu.

Jersey maglia rosa mempunyai warna tersebut karena halaman utama koran olahraga yang menginisiasi balapan itu, La Gazzetta dello Sport, berwarna pink.

Hampir sama, halaman utama koran yang menjadi inisiator Tour de France, l’Auto, juga berwarna kuning. Namun ada cerita lain yang menjadi perdebatan penggunaan warna kuning itu. Diceritakan bahwa direktur balapan pada saat itu, Henri Desgrange, memutuskan warna kuning sebagai warna yang digunakan di jersey pemimpin klasidfikasi balap, karena hanya kain berwarna kuning yang memiliki jumlah yang cukup untuk dibuat jersey pimpinan lomba.

Maglia rosa yang pertama dimenangkan oleh pembalap Italia, Francesco Camusso, dengan kerah melengkung dan saku depan untuk mengantongi makanan.

Penanda yang nyata adalah adanya lambang perisai berwarna abu-abu di bagian dada, yang menjadi simbol fasisme Italia. Pada saat itu Italia memang dipimpin oleh Partai Fasis.

Vittore Gianni adalah penjahit jersey pink yang pertama. Dia adalah seorang penjahit andal di masanya, yang mendirikan bisnisnya di Milan pada tahun 1896, dengan spesialisasi pakaian aktif.

AC Milan, Juventus dan grup penari balet kota Milan adalah pelanggan setianya. Gianni mulai membuat jersey sepeda mulai tahun 1924 untuk juara dunia road race tiga kali, Alfredo Binda.

Pada tahun 1935, Gianni mempekerjakan Armando Castelli, yang kkemudian membeli bisnis tersebut di tahun 1939. Armando Castelli membuat jersey untuk Fausto Coppi, Gino Bartali dan Rik van Looy, dan juga menyediakan seragam untuk 12 tim profesional, namun masih dengan merk Vittore Gianni.

Anak Armando, Maurizio, mengambil alih perusahaan tersebut pada 1974, dan mengubah namanya menjadi Castelli, serta menempatkan logo kalajengking di jersey pink Giro d’Italia. Pada tahun 1993, Santini memenangkan kontrak untuk menjadi penyedia jersey pink Giro d’Italia dan berlangsung hingga saat ini.

Dibuat dari kain polyester ringan, dengan kantong yang terbuat dari bahan Cyber Rider, jersey pink yang modern memiliki tampilan yang garang saat digunakan berlomba di atas lintasan aspal.

Jersey tersebut memiliki karet elastis di bagian ujung lengan dan bagian bawah jersey, dilangkapi karet silikon anti-selip di bagian dalamnya, untuk membuatnya lebih aerodinamis.

Marco Pantani di Giro d’Italia 1999 (via Watson).

Warna pink polos digunakan sejak balapan tahun 1913 hingga 1999. Sejak tahun 2000, ada sedikit perubahan motif dan ola di jersey tersebut. Jersey pink di balapan tahun 2006 memiliki motif sepeda yang tergambar dengan warna pink yang lebih gelap. Di Giro 2009, menandai 100 tahun sejak Giro pertama kali diadakan, di bagian kerahnya terdapat motif warna hijau, putih dan merah, yang menandakan bendera Italia, yang didesain oleh Dolce and Gabbana.

Paul Smith mendesain jersey tahun 2013, menyebutnya sebagai ‘maglia rosa passione’. Kemudian di 2014, saat Giro d’Italia dimulai di Belfast, Irlandia, seluruh jersey klasifikasi Giro d’Italia menggunakan karya desainer Irlandia, Fergus Niland.

(diolah dari www.cyclingweekly.com)