Tips agar Serius Menekuni Sepeda

Komuting menjadi dasar untuk lebih mencintai kegiatan bersepeda (via totalwomenscycling.com).

Pelatih sepeda Jo McRae memberikan tipsnya agar kita bisa memanfaatkan waktu lebih baik lagi dalam menikmati waktu di atas sepeda…..

Sebagian besar orang yang gemar bersepeda memiliki kebiasaan sehari-hari yang aktif dan terbiasa melakukan cross-training, menempatkan kegiatan bersepeda di antara kegiatan aktif lainnya, seperti berjalan kaki atau berlatih beban di gym. Jika kita percaya bahwa beragam latihan atau aktivitas fisik yang dilakukan bisa membuat tubuh sehat, maka hal itu juga akan membuat kita selalu termotivasi. Namun bagi seorang yang newbie di dunia sepeda, dan terlalu asyik dengan bersepeda, maka akan sedikit sulit untuk mau beranjak dan mencoba aktivitas yang lain, yang sebenarnya juga mendukung kesehatan.

Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan untuk lebih ‘serius’ menekuni dunia sepeda, namun masih mendapatkan manfaat yang sama dengan aktivitas fisik yang lain?

Hal pertama yang dilakukan, sepertinya jelas, bahwa kita harus bisa dan mau bersepeda secara rutin dan menjadikannya sarana latihan fisik yang utama. Coba saja hitung berapa banyak waktu luang yang dilakukan untuk latihan atau aktivitas yang lain, dan kemudian pastikan dua per tiga atau tiga per empat waktu tersebut digunakan untuk bersepeda.

Sebagai seorang pemula di dunia sepeda, pasti akan sedikit bingung dan mencari kenyamanan, sepeda seperti apa yang paling cocok dan sesuai dengan hasrat pribadi tiap-tiap. Untuk membiasakan diri, cobalah untuk berlatih cadence, tak perlu melaju kencang, asal ritme kayuhan tetap stabil. Selain itu bisa juga berlatih di dalam ruangan dengan sepeda statis. Atau bisa juga beberapa latihan itu dilakukan sembari berangkat ke tempat kerja atau kampus, bike to work.

• Komuting
Bagi sebagian besar pesepeda, berangkat ke kantor atau ke kampus dengan bersepeda adalah cara membiasakan untuk bersepeda yang paling logis, setidaknya akan ada 30 menit hingga 1 jam dalam sehari yang digunakan untuk bersepeda.

Manfaat lain dari bersepeda dari satu tempat ke tempat yang lain adalah kita jadi terbiasa dengan handling sepeda kita, apalagi jika jalanan ramai, maka akan lebih sering berhenti dan mengerem, tiba-tiba mengayuh cepat dan berbagai kewaspadaan lain akan terlatih seiring ramai – sepinya lalu lintas jalanan. Beragam kemampuan yang terlatih secara tak sengaja itu akan lebih berguna nantinya jika mengikuti ajang bersepeda yang lebih serius, atau bersepeda dalam rombongan besar.

• Sepeda statis
Jika terkendala, maka bersepeda di dalam ruangan bisa menjadi alternatif kegiatan yang bisa dilakukan, pun bisa menyesuaikan dengan kesibukan lainnya sehari-hari, apakah berlatih siang-siang saat istirahat makan siang, atau dilakukan setelah rampung bekerja.

Hal yang penting dilakukan adalah tetap bisa berada di atas sadel sepeda selama waktu yang rutin dalam seminggu. Tetaplah fleksibel (dengan kegiatan yang dilakukan) dan pilihlah mana yang paling cocok.

• Mengajak teman
Saat ada kesempatan dan waktu longgar, buatlah kencan atau janjian dengan beberapa teman yang tentu saja juga menyukai bersepeda, dan pergi ke suatu tempat atau hanya berkeliling kota. Terlebih jika teman yang diajak juga menyukai sesuatu yang serius dari sepeda, sehingga bisa jadi partner yang pas untuk latihan endurance atau cadence, pun latihan interval. Teman seperjalanan bisa menjadi motivator dan penyemangat agar kita tetap mau berusaha yang lebih baik lagi.

• Berapa lama?
Bersepeda bukanlah kegiatan atau gerakan alami yang dilakukan oleh manusia. Jadi, pikir-pikirlah terlebih dahulu sebelum kemudian mulai terjun ke dunia sepeda yang lebih atau sangat serius, seperti latihan untuk menghadapi ajang balap sepeda.

Beberapa orang memilih untuk bisa mengukur perkembangan yang mereka lakukan selama beberapa waktu bersepeda. Jika ingin melakukan hal itu, berinvestasilah untuk membeli alat atau gadget untuk mengukur kecepatan, jarak tempuh atau waktu tempuh, sehingga kita bisa menetapkan target pribadi.

• Bagaimana dengan aktivitas lain?
Dengan waktu yang sebagian besar sudah diisi dengan kegiatan yang terkait dengan sepeda, dan sudah dilakukan secara rutin, maka sisa seperempat atau sepertiga bagian yang lain bisa diisi dengan kegiatan cross-training.

Sebagai konsekuensi dari memanfaatkan waktu aktivitas untuk bersepeda, kita seharusnya merasa lebih fit dan nyaman saat berada di atas sadel, serta lebih percaya diri dengan kemampuan bersepeda yang dimiliki. Kita seharusnya juga merasa bahwa bersepeda adalah kegiatan alami dan lumrah yang dilakukan manusia dan mulai membangun hubungan spesial dengan sepeda yang biasa kita naiki. Saat kita mulai merasa ada yang kurang saat kita tak bersepeda, saat itulah kita sudah menjadi seorang pesepeda yang (menuju) serius….

(diolah dari totalwomenscycling.com)