Tips : Apa yang Perlu Dicek sebelum Mulai Bersepeda?

Pengecekan sepeda sederhana (via road.cc).

Meskipun mungkin hampir setiap hari kita menyentuh sepeda dan mengendarainya, pengecekan singkat sebelum keluar bersepeda akan memastikan untuk bisa lebih aman dan nyaman saat bersepeda nanti. Namun mungkin tak harus setiap hari dan setiap saat kita harus memeriksa dan mengeceknya…

Beberapa hal berikut ini, jika diurutkan, mungkin akan terlihat banyak. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan setiap hari, hal itu bukanlah hal yang sulit…..

1. Rem
Coba putar roda dan pastikan brakepad tak menyentuh rim atau brakeline. Coba tarik tuas rem, dan pastikan permukaan brakepad menyentuh permukaan rim dengan sempurna (tidak miring).

Tarikan tuas rem juga perlu diperhatikan, karena kenyamanan tiap-tiap orang berbeda-beda, dan memang butuh setelan yang pas agar nyaman dan bisa direm dengan baik. Banyak bagian dari tuas rem yang perlu diperhatikan, mulai dari cable tensioner hingga bagian dalam outer cable. Namun untuk pemakaian hampir setiap hari, detail-detail bagian tersebut mungkin tak akan terlalu berpengaruh. Bagaimanapun juga, perlu diperiksa secara rutin, bisa setiap dua minggu sekali, atau interval lain yang dirasa cukup.

2. Rantai
Pastikan bahwa rantainya bersih dan terlumasi dengan baik. Sembari pedal diputar perlahan, perhatikan juga apakah pin di tiap-tiap mata rantai masih berada di kondisi terbaiknya, atau apakah ada mata rantai yang sedikit miring, bisa jadi karena tarikan pedal yang terlalu kuat namun saat posisi rantai dan gigi yang belum pas.

Foto via road.cc.

3. Roda
Coba putar roda, dan pastikan mereka tidak goyang. Jika terlihat goyang, itu tandanya ada yang kurang pas dengan bagian hub atau freehub, atau setelan jari-jari yang kurang pas.

Setelan jari-jari atau ruji memang jarang berubah, namun pemeriksaan yang rutin tetap dibutuhkan.

4. Ban
Sederhana dan perlu dilakukan, apalagi oleh para pesepeda komuter. Sebelum berangkat, pastikan tekanan angin berada di kondisi yang pas, sesuai yang tertera di bagian dinding luar ban.

Foto via road.cc.

5. Headset
Cara mengetahui setelan headset cukup gampang. Coba saja rem roda depan, dengan sepeda didorong ke depan dan ke belakang, dan akan segera diketahui apakah kondisi headset masih kencang atau sudah agak kendur. Jika masih kencang, tentu tak akan ada rasa seperti ada sesuatu yang patah.

6. Bottom bracket
Hampir sama dengan headset. Bottom bracket adalah bagian yang selalu bergerak setiap kali kita mengayuh pedal. Jadi, kondisinya harus selalu terjaga agar kita mendapatkan kayuhan yang nyaman dan perjalanan bersepeda pun aman.

Jika sudah terasa agak oblak alias agak kendur, ada baiknya kita memeriksakan kondisi bottom bracket ke bengkel sepeda terdekat.

7. Baut
Ada banyak bagian dari sepeda yang dikencangkan menggunakan baut, seperti di stem dan handlebar, atau di seatpost. Pastikan kondisi baut-baut tersebut kencang. Kita pasti tak ingin ‘kan, saat bersepeda tiba-tiba seatpost bisa turun dengan sendirinya dan membahayakan saat digunakan bersepeda…

8. Drivetrain
Cobalah kayuh pedal namun dalam posisi sepeda tak dinaiki, dan coba juga untuk melakukan shifting. Pastikan shifting selalu mulus. Jika shifting tak bis mulus, alias terlalu cepat atau gigi tak mau berpindah, maka setel kembali kabel-kabel atau setelan baut pada rear derailleur ataupun front derailleur.

Jika menggunakan electronic shifting, pastikan baterainya berada dalam kondisi yang sudah terisi penuh.

Foto via road.cc.

(diolah dari road.cc)