Istirahat dari Rutinitas Bersepeda?

Ilustrasi via intisari.grid.id

Ada satu alasan lain untuk memberi jeda di antara rutinitas harian kita dalam bersepeda : Recovery atau masa istirahat yang cukup bagus untuk kesehatan tulang, seperti yang terungkap dari sebuah penelitian yang dipublikasikan pada pertemuan tahunan American Physiological Society.

Peneliti dari Universitas Brock di Kanada menganalisis sampel darah dari 15 atlet dayung perempuan kelas berat selama masa latihan mereka yang sangat intens menjelang ajang Olimpiade Rio 2016 yang lalu. Kemudian, dibandingkan dengan mereka (para atlet) yang sedang dalam masa recovery, termasuk beberapa hari bebas (tidak ada jadwal latihan).

Para peneliti menemukan bahwa para atlet dayung tersebut memiliki kadar osteoprotegerin (OPG) – sebuah protein yang berfungsi mencegah pengeroposan tulang – lebih rendah, dan kadar sklerostin (SOST) – sebuah protein yang terkait dengan pembentukan tulang baru – lebih tinggi, selama masa latihan dengan intensitas tinggi (rata-rata selama 18 jam latihan per minggu), jika dibandingkan dengan para atlet yang sedang dalam masa istirahat atau latihan namun dengan intensitas yang jauh lebih rendah.

Hal tersebut terjadi karena latihan dengan intensitas tinggi menyebabkan peradangan di bagian-bagian tubuh, yang akan meningkatkan kadar SOST, seperti yang diungkapkan oleh salah satu peneliti, Panagiota Kentrou, Ph.D., seorang profesor dan dekan di Jurusan Kinesiologi Universitas Brock.

Di akhir penelitian tersebut, tak ada perbedaan intensitas mineral tulang, namun latihan dengan intensitas tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan tulang seiring berjalannya waktu. Untuk hal tersebut, perlu dilakukan penelitian lebih dalam lagi, menurut Profesor Kentrou.

Nigel Kurgon, salah satu peneliti yang lain dalam penelitian itu, menyatakan bahwa meskipun penelitian tersebut hanya menyasar para pedayung perempuan, namun mungkin juga hasil yang sama juga akan terjadi pada para atlet pria.

Bukankah latihan beban juga bisa memberi tekanan berlebih pada tulang?
Hasil penelitian tersebut mungkin juga terjadi pada pria, namun hasil tersebut akan jarang dijumpai pada para penyuka olahraga beban di gym. Meskipun melakukan latihan beban, namun dengan porsi yang cukup, hal itu malah akan membuat tulang semakin kuat dan terlatih.

Namun, jika latihan beban dilakukan terlalu sering, maka sama saja akan menyebabkan kemungkinan kerusakan tulang.

Dan hal tersebut juga terkait dengan umur. Terlalu sering memberi tekanan berlebih pada tulang di saat usia masih muda, maka kemungkinan di saat usia senja nanti akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Kenapa masa istirahat itu dibutuhkan tubuh?
Meskipun kita hanya menjalani rutinitas bersepeda atau olahraga, dan bukan benar-benar atlet profesional, kita masih tetap membutuhkan waktu untuk benar-benar beristirahat.

Bersepeda membutuhkan otot kaki yang kuat, dan jika kita ingin agar otot-otot kaki yang semakin kuat, memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat adalah hal yang krusial, menurut Tony Gentilcore, C.S.C.S, pemilik CORE di Brookline, Massachusetts. Saat berlatih beban, atau saat kaki menekan pedal dengan kuat, hal itu menyebabkan adanya kerusakan yang sangat minor di serat-serat otot, dan dengan wakt istirahat, maka kerusakan minor tersebut akan dapat diperbaiki oleh tubuh dengan optimal.

Aktivitas fisik untuk berolahraga dengan intensitas tinggi perlu diberi jeda dengan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki selama kurun waktu tertentu.

Bagaimana cara beristirahat yang cukup?
Kadang, aktivitas fisik yang berlebihan akan menyebabkan kemampuan fisik menurun alias sakit. Sakit itu adalah pertanda bahwa tubuh kita memang membutuhkan istirahat. Dan selama waktu beristirahat, yang semula sakit lama kelamaan akan pulih dan kembali memiliki performa seperti semula. Jadi, bisa dibilang bahwa masa waktu pada saat sakit hingga kemudian mendapatkan performa yang pulih itu adalah waktu istirahat yang pas bagi tubuh. Namun, tiap-tiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing. Jadi, akan lebih baik jika kita bisa ‘membaca’ kebutuhan diri kita masing-masing.

(diolah dari www.bicycling.com)