Tips : Adakah Hubungan antara Bersepeda dan Disfungsi Seksual?

Ilustrasi via Midlife cycling - blogger.

Ada beberapa fakta tak mengenakkan yang terkait dengan kegiatan bersepeda. Sakit di bagian pantat karena terlalu lama di atas sadel, infeksi saluran kemih, dapat mengganggu aktivitas bersepeda, namun tetap saja kita memilih untuk bersepeda. Rasa panas di pantat dapat diatasi dengan mengolesi krim, dan infeksi saluran kencing bisa diatasi dengan antibiotik. Namun bagaimana dengan disfungsi seksual?

Sadel, bisa terasa nyaman atau tidak nyaman. Baik pria maupun wanita pasti pernah merasakan ketidaknyamanan di atas sadel. Tak nyaman di atas sadel kemudian bisa menimbulkan mati rasa ataupun perih saat terkena air (misalnya saat mandi).

Bagian alat kelamin manusia adalah sistem yang kompleks dan rumit, yang terdiri dari banyak saraf dan jaringan lunak, dan memiliki fungsi yang tak dapat dielakkan bagi pria maupun wanita. Dipercaya bahwa karena banyaknya tekanan dan gesekan yang terjadi pada dan di sekitar alat kelamin dapat merusak saraf-saraf dan berpengaruh terhadap fungsi seksual dan kemampuan untuk orgasme.

Dengan kegiatan bersepeda yang semakin populer, para peneliti di Amerika Serikat memutuskan untuk meneliti apakah ada hubungan yang nyata dan saling terkait antara disfungsi seksual dengan kegiatan bersepeda. Asosiasi Urologi Amerika Serikat dan Bagian Urologi Sekolah Kedokteran Universitas Southern Illinois melakukan penelitian yang melibatkan sekitar 4.000 pesepeda pria dan 2.700 perempuan.

Hasilnya menunjukkan bahwa gejala urinari pesepeda perempuan tak jauh berbeda dengan perempuan yang juga aktif melakukan kegiatan fisik lain. Bahkan, hasil tersebut juga menunjukkan bahwa pesepeda perempuan memiliki fungsi seksual yang lebih baik.

Demikian pula dengan pesepeda pria, disfungsi seksual dan gejala urinari yang dialami tak lebih buruk daripada para pelari atau perenang. Tercatat pula bahwa pesepeda memiliki kesehatan seksual yang lebih baik daripada atlet lain.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bersepeda tak berpengaruh buruk terhadap fungsi seksual dan gejala urinari. Artinya, sebagai pesepeda, kita harus berbahagia…

(diolah dari totalwomenscycling.com)