Ajang Bersepeda Endurance Paling Menantang di tiap Benua

Ilustrasi via Regina Stranger / Crocodile Trophy.

Apakah kamu ingin merasakan ajang bersepeda yang lebih menantang di tiap-tiap benua? Enam ajang bersepeda berikut ini, perjalanan bersepeda jarak jauh yang menuntut endurance yang kuat, bisa jadi pilihan untuk dimasukkan ke dalam bucket list pecinta sepeda…..

• Afrika
Saat orang-orang mencoba menebak ajang bersepeda paling menantang di Afrika, sebagian besar akan menyebut ajang sepeda gunung Absa Cape Epic, yang mendapatkan rating Hors Categorie dari UCI dan menarik perhatian sekitar 1300 peserta. Rutenya selalu berganti setiap tahun, yang menempuh jarak total 750 km dalam 8 hari, dan ajang itu disiarkan langsung oleh televisi, memiliki dukungan sponsor yang bagus, dan beberapa pesepeda profesional berkompetisi untuk mendapatkan tempat terbaik.

Ada lagi Tour of Ara, yang mengharuskan pesertanya meggunakan sepeda besi buatan sebelum tahun 1999, dari tiap-tiap negara peserta. Jika dari negara peserta tak ada sepeda dengan kriteria tersebut, mereka harus menggunakan sepeda besi lokal buatan Afrika Selatan. Format peraturan seperti itu hampir mirip dengan ajang Italian Eroica. Selain tantangan unik dari peraturan tersebut, rute yang dilalui juga memberikan tantangan lain, dengan melewati daerah semi-gurun, yang kadang terjadi badai gurun.

Ilustrasi via Tour of Ara.

• Asia / Jepang
Japanese Odyssey tak hanya sekedar ajang bersepeda yang membutuhkan endurance tinggi, meskipun rutenya hanya antara dua kota utama di Jepang. Rute yang sudah jelas membuat penyelenggara bebas berkreasi menentukan detail rute, baik rute dengan jalan datar ataupun rute yang penuh tanjakan dan jalanan rolling. Dari Tokyo menuju Osaka, rutenya akan melewati sekitar 10 pegunungan, salah satu di antaranya adalah Gunung Norikura yang setinggi 2700 meter dpl, yang merupakan jalanan konblok tertinggi di Jepang.

Penyelenggara Japanese Odyssey memberikan batas waktu dua minggu bagi para peserta untuk menyelesaikan rute tersebut. Check point yang ditempatkan di rute bergunung-gunung akan ‘memaksa’ para peserta tetap berada di jalur yang benar. Meskipun tanpa ada hadiah uang atau penghargaan berarti, namun ajang yang satu ini adalah salah satu yang paling menantang di Asia.

Ilustrasi via ShutterStock.

• Australia / Oseania
Ajang sepeda gunung The Croc Trophy menempuh jarak total 650 km, dengan total kenaikan elevasi mencapai 13.000 meter, yang ditempuh dalam 8 hari, melewati rute di pedesaan Australia. Diadakan sejak tahun 1995, The Croc Trophy adalah salah satu ajang sepeda gunung endurance terpanjang di dunia.

Pesepeda yang mengikuti ajang ini akan menghadapi sungai, kehidupan liar di sekitar hutan, lintasan yang menantang, dan pemandangan bersahaja pedesaan, dan ajang ini dikenal disukai para pesepeda gunung maupun pembalap sepeda (road cyclist) profesional.

• Eropa
Disebut sebagai yang paling sulit, ajang endurance tertua di dunia, Paris – Brest – Paris menempuh jarak total 1.200 km. Dari edisi pertamanya di 1891 hingga 1951, ajang ini diadakan setiap tahun. Namun setelah itu, hingga saat ini, ajang ini berubah menjadi ajang randonee yang diadakan setiap empat tahun sekali.

Diikuti lebih dari 5.000 peserta dari sekitar 40 negara, ajang berkumpulnya para pesepeda gila ini terasa sangat ‘internasional’. Ajang terakhir diadakan di minggu ketiga bulan Agustus 2015, jadi ajang berikutnya akan diadakan di tahun 2019.

Salah satu ekspresi peserta Paris – Brest – Paris.

• Amerika Utara
Dimulai di sebuah kota di Kanada, Banff, ajang Tour Divide akan membawa para pesepeda gunung melewati jalur Continental Divide di Amerika Utara, yang melalui lima negara bagian (Colorado, Idaho, Montana, New Mexico dan Wyoming) sebelum akhirnya mencapai garis finish di sebuah pos keamanan kecil di dekat perbatasan Amerika Serikat – Meksiko. Tahun lalu, Tour Divide menempuh jarak total 4.455 km dan menghasilkan rekor baru : Mike Hall dari Yorkshire, Inggris menempuhnya dalam waktu 13 hari, 22 jam dan 51 menit, memecahkan rekor sebelumnya dengan selisih lebih dari 12 jam.

Meskipun Mike Hall bisa merampungkan rutenya dalam waktu dua minggu, peserta yang lain boleh lebih santai dan menikmati pemandangan yang menakjubkan di sepanjang pejalanan, yang akan melewati Glacier, Grand Teton dan Taman Nasional Yellowstone. Untuk bisa merampungkan tantangan bersepeda ini, para peserta dituntut tak hanya memiliki fisik yang kuat, namun juga mental yang tajam, untuk bisa mengatasi masalah yang mungkin terjadi di tengah ganasnya pegunungan Rocky.

Ilustrasi via ShutterStock.

• Amerika Selatan
Dimulai di bagian ujung Kolombia dan menjelajah ke selatan hingga mendekati ujung selatan Cile, ajang South American Epic akan membawa para pesertanya mendekati Kutub Selatan atau Antartika.

Dari Cartagena di Kolombia, rutenya melewati Bolivia, Cile, Ekuador, Kolombia dan Peru. Para peserta akan melewati 10 situs warisan dunia UNESCO dan hampir satu lusin taman nasional. Dengan jarak total 13.525 km, ajang bersepeda yang sau ini pasti akan jadi pengalaman sekali seumur hidup.

Ilustrasi via ShutterStock.

(diolah dari www.bicycling.com)