Kalau Sepeda Bisa Ngomong, Mungkin Mereka akan Mengeluhkan Hal-Hal Berikut Ini…

Ilustrasi via mbaction.com.

Bagaimana kamu menggambarkan hubunganmu dengan sepeda kesayanganmu? Disebut dengan kesayangan, pasti sebagian besar pesepeda akan ‘cinta’ dan suka dengan sepedanya. Hubungan yang erat membutuhkan komunikasi yang baik, namun sayangnya sepeda adalah benda mati yang tak bisa mengungkapkan perasaannya kepada sang pemilik. ada banyak hal yang sudah kamu lakukan pada sepedamu yang mungkin akan membuat mereka tidak senang dan memperpendek umur serta fungsinya. Mungkin hal-hal berikut ini bisa jadi keluhan yang akan diungkapkan si sepeda pada sang pemiliknya…..

• Telah melewati berbagai lintasan yang kotor dan basah, dan dibiarkan basah setelah sampai di rumah
Ini adalah perlakuan yang kasar pada sepedamu. Tak masalah jika melewati medan yang berbatu dan harus melompati banyak rintangan. Yang jadi masalah adalah tidak melakukan perawatan yang seharusnya setelah selesai dipaksa bekerja keras. Hal yang paling sederhana adalah menjaga kebersihan sepeda. Sepeda yang bersih tentu saja akan berfungsi lebih baik. Namun jika hanya sekadar membersihkan sampai kinclong dan memarkirkannya di garasi begitu saja, mungkin bisa jadi akan muncul karat di beberapa bagiannya, terutama di bagian yang selalu bergerak.

Paling sederhana adalah mengeringkan sepeda yang basah secara alami di bawah sinar matahari dan hembusan angin. Lebih baik lagi jika bisa mengeringkannya dengan pengering angin (semacam hair dryer, namun dengan ukuran yang lebih besar) dan bagian-bagian yang selalu bergerak (bearing, headset) dikeringkan dengan menggunakan lap kering.

• Rantai terlalu banyak dilumasi
Salah satu hal yang biasa dilakukan sebelum mulai bersepeda adalah melumasi rantai, meskipun mungkin tidak benar-benar dibutuhkan. Sebenarnya kebiasaan itu bisa mengurangi umur pakai rantai atau drivetrain, karena terlalu banyak pelumas akan menyebabkan lebih banyak debu menempel dan lebih lengket. Banyaknya kotoran yang menempel malah akan mengganggu gerak drivetrain dan akan membuat lebih cepat aus.

Jadi, lumasi rantai jika memang sudah kering, dan sebelum dilumasi, terlebih dulu dibersihkan dari debu dan kotoran lain yang masih menempel.

• Kabel shifter yang kering bisa bergerak-gerak sendiri
Tak ada cara yang lebih baik untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan shifter selain mengganti kabel dan housingnya dengan yang baru, kecuali jika memang shifternya yang bermasalah. Selain dilumasi, penting juga untuk mengganti kabel secara rutin, entah saat itu sudah ada kabel yang mulai terurai atau tidak, agar performa shifting tetap terjaga dengan baik.

• Baut yang terlalu kencang memang menyakitkan
Terlalu kencang memutar baut adalah cara paling mudah untuk ‘merusak’ komponen mahal. Dan faktanya, banyak cycle enthusiast yang memasang stem, handlebar, atau seatpost tanpa menggunakan kunci torque yang memang digunakan untuk mengetahui tekanan atau kencangnya sebuah baut saat dipasang. Jika tak punya torque wrench, setidaknya kita harus belajar merasakan seberapa kencangnya sebuah baut dipasang, dan apakah memang baut dan komponen itu butuh kekuatan atau tingkat kekencangan seperti itu. Akan lebih baik lagi jika kita mau berinvestasi dengan membeli torque wrench, sehingga kencang atau kendur tak akan lagi salah.

• Kurang paham dalam mengenali kekurangan pada sepeda
Pesepeda newbie sebagian besar pasti hanya tahu bagaimana caranya bersepeda, namun kurang tahu bagaimana cara menyetel bagian-bagiannya agar bisa mengendarai sepeda itu dengan nyaman. Akan sangat berbahaya jika kita juga tak bisa merasakan kekurangan yang terdapat di sepeda yang dinaiki, seperti headset yang kendur akan menyebabkan stang dan fork terasa seperti ada yang patah saat direm. Jika hal tersebut terjadi berlarut-larut, bisa jadi fork atau stang benar-benar akan patah saat sepeda dinaiki.

• Terlalu semena-mena saat mengangkut sepeda
Bepergian dengan membawa sepeda memerlukan seni. Kita tak bisa seenaknya memperlakukan sepeda saat diangkut ke atas bak pick-up saat akan menuju lintasan downhill yang letaknya di lereng gunung. Kita juga tak bisa sembarangan memasukkan sepeda ke dalam kardus. Sepeda adalah peralatan yang mahal dan ringkih, jadi sebaiknya kita juga harus bisa memperlakukannya dengan baik, agar tetap mau diajak bekerja keras saat dinaiki.

• Servis yang tak teratur
Semua komponen dengan embel-embel hidrolis membutuhkan servis yang rutin, fork, suspensi, rem dan dropper post sedikit demi sedikit kehilangan pelumas yang membuatnya berfungsi dengan baik. Performa yang sedikit demi sedikit ikut turun mungkin tak akan terlalu dirasakan oleh sang pesepeda, namun biasanya mereka akan kaget saat setelah diservis dan komponen-komponennya bisa berfungsi lagi dengan lebih lembut. Jika sepeda rutin dipakai, setidaknya lakukanlah servis setiap tiga atau empat bulan sekali pada komponen-komponen hidrolis itu. Namun jika digunakan di lintasan yang basah, kotor dan berlumpur, mungkin frekuensi servisnya akan lebih sering.

• Tak diperiksa dengan teliti setelah terjatuh
Saat latihan, pesepeda pasti pernah merasakan menabrak sesuatu atau terjatuh. Proses terjatuh itu lumrah, sebagai bagian dari proses belajar menguasai teknik tertentu dalam bersepeda. Namun yang jadi masalah adalah, setelah terjatuh, sepeda tak diperiksa dengan baik; apakah ada bagian yang penyok, baut yang kendur, bagian lain yang miring, dan sebagainya. Jika kita belum bisa memastikan kerusakan apa yang ada di sepeda setelah terjatuh atau menabrak, sebaiknya bawa saja sepeda ke bengkel terdekat, agar para mekanik yang ahli yang memeriksanya dan memberikan solusi terbaik.

(diolah dari mbaction.com)