9 Tips Bike Commuting Jadi Lebih Menyenangkan

Ilustrasi via Bicycling.com.

Bagi penyuka kegiatan bersepeda, sebagian besar pasti akan percaya bahwa bike commuting adalah cara paling pas untuk membangkitkan mood positif, memberi dampak positif pada psikologis, menghemat uang dan juga bisa digunakan untuk keliling dunia. Namun untuk memulainya dari nol adalah sebuah hal yang mungkin sangat berat bagi beberapa orang. Pikiran-pikiran buruk seperti : Bagaimana kalau nanti hujan? Bagaimana jika karak untuk komuting terlalu jauh? Lalu, di mana bisa membeli kelengkapan aksesoris yang paling komplet?; pasti menghantui dan menggelayut di kepala…

Dari Bicycling.com, mengumpulkan tips dari beberapa orang pesepeda yang telah bisa mengubah dirinya menjadi seorang pesepeda komuter yang penuh komitmen…

• Menata barang bawaan
Persiapkan barang yang akan dibawa esok hari semalam sebelumnya. Meskipun mungkin sepeda hampir setiap hari dinaiki, tapi pastikan bahwa sepeda selalu dalam keadaan siap tempur, pakaian kerja sudah tersimpan rapi di dalam tas, dan segala keperluan lainnya sudah benar-benar ada di dalam tas yang akan dibawa esok pagi. Lebih baik lagi jika membuat daftar barang bawaan, sehingga mengurangi kemungkinan ada barang yang tertinggal.

Lizbon Grav adalah salah satu pesepeda komuter kawakan, yang telah menjelajah beberapa kota di Amerika Serikat, seperti New York, Washington dan Portland, serta di Belanda, sejak tahun 2001. Selama tahun-tahun tersebut, jarak komutingnya berkisar antara 16 hingga 32 mil (sekitar 25 – 50 km).

“Ban yang nyaman untuk dipakai di jalanan aspal dan tanah, jas hujan, topi atau bandana, snack, peralatan menambal ban, pompa mini, baterai cadangan untuk lampu sepeda, dan pisau lipat kecil,” ujar Lizbon.

Setiap orang mungkin berbeda dalam kebutuhan barang bawaannya, namun satu langkah lebih baik adalah barang bawaannya sudah tertata rapi.

• Rencanakan rute yang akan dilalui
Jika masih newbie dalam komuting, atau belum terlalu hafal dengan jalanan yang dilewati, maka mencoba-coba rute adalah hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan.

Erica Goddard adalah seorang pesepeda di Seattle. Dia hampir setiap hari menempuh rute pulang – balik sejauh 16 mil (sekitar 25 km). Dia menyarankan untuk menggunakan aplikasi peta, seperti Google Maps, untuk merencanakan rute mana yang akan dilalui, dan lalu mencobanya hari itu juga.

“Saat aku pindah ke kota yang baru, aku memilih untuk mencoba-coba rute di saat aku tak terlalu butuh untuk sampai di tempat tujuan tepat waktu.”

• Memeriksa prediksi cuaca
Banyak aplikasi untuk memprediksi cuaca, seperti Accuweather dan Dark Sky. Kedua aplikasi itu mempiliki fitur prediksi cuaca hingga kisaran jam; jadi kita bisa memilih, antara berangkat lebih awal atau tepat waktu, atau butuh piranti penangkal hujan seberapa banyak.

Bike commuting akan membuat kita sedikit lebih terobsesi terhadap cuaca, namun semakin lama kita akan terbiasa untuk melakukan persiapan yang maksimal,” ujar Lizbon. “Jika ada kemungkinan hujan turun 20 persen, maka sebaiknya kita membawa jas hujan yang paling lengkap.”

“Tak ada merk jas hujan yang paling sempurna. Di saat awal digunakan, pasti akan memiliki perlindungan yang paling maksimal. Tapi tunggu saja hingga ada bagian kecil yang sobek, lalu air pun akan mulai merembes masuk,” ujarnya.

Ilustrasi via Bicycling.com.

• Lengkapi sepeda dengan rak, fender dan pannier
Tas punggung atau messenger bag biasanya sudah lebih dari cukup untuk membawa barang bawaan. Tapi, jika ingin lebih berkomitmen untuk melakukan komuting dengan sepeda, maka sebaiknya sepeda dilengkapi dengan rak dan pannier.

Ilustrasi via Bicycling.com.

• Kopi jangan sampai terlupa
Salah satu cara terbaik untuk keluar lebih pagi dari rumah adalah dengan membawa kopi dan diminum saat bersepeda menuju ke tempat kerja. Ada beberapa cara untuk membawa ‘kopi panas’, bisa dengan termos, atau menggunakan cup kopi yang dimodifikasi bisa diletakkan di bottle cage.

• Kombinasi dengan moda transportasi lain
Tips yang satu ini paling pas jika dilakukan oleh pesepeda yang menggunakan sepeda lipat. Jika dirasa jarak untuk komuting terlalu jauh, maka sepeda bisa dilipat, dan untuk jarak tertentu menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta api lokal. Selain menghemat waktu dan tenaga, setidaknya kita masih bisa merasakan bersepeda menuju kantor.

• Pilih pakaian yang paling nyaman
Beberapa pesepeda nyaman untuk memakai pakaian kerjanya saat berangkat ke kantor, beberapa yang lain memilih untuk memakai pakaian santai, lalu berganti pakaian saat sampai di kantor.

Lizbon Grav memilih opsi kedua. Dia lebih nyaman memakai pakaian khusus bersepeda saat berangkat ke kantor, dan berganti pakaian kerja saat sudah tiba di kantor.

• Piranti anti-puncture
Hal terbaik untuk menghadapi ban bocor adalah selalu membawa patch kit dan pompa, serta ban cadangan. Lebih baik lagi jika ban yang dipakai memiliki fitur anti-puncture.

Ilustrasi via Bicycling.com.

• Membuat rencana cadangan
Selalu membawa kunci pengaman sepeda, seandainya ingin berhenti di suatu tempat dan harus meninggalkan sepeda untuk beberapa saat. Informasi lain yang perlu adalah tahu di mana letak bengkel terdekat. Air minum dan snack juga perlu dibawa di dalam tas, agar seandainya lapar atau haus ada sedikit pengganjal.

“Barang-barang tersebut bisa berguna seandainya ada keadaan darurat. Misalkan terjadi masalah pada sepeda, dan kita tak bisa memperbaikinya sendiri, sementara di saat itu kita terkejar waktu, jadi akan aman jika meninggalkan sepeda atau dititipkan di suatu tempat, dan dikunci,” ujar Lizbon.

(diolah dari www.bicycling.com)