Jersey Skinsuit Team Sky, Legal namun Kontroversial

Chris Froome di etape 1 Tour de France (via road.cc).

Pihak juri dalam penyelenggaraan Tour de France menolak klaim atau gugatan bahwa jersey baru Team Sky yang menyerupai skinsuit, yang dipakai pada etape pembuka di Duesseldorf, dianggap memiliki kelebihan lain, dan tim-tim lain merasa seperti dicurangi.

Tim asal Inggris itu mendominasi etape pembuka sejauh 14 km, dengan menempatkan empat pembalapnya di peringkat 8 besar, sekaligus mendominasi perolehan poin tim secara keseluruhan.

Jersey kuning diraih oleh Geraint Thomas, sementara time trialist Vasil Kiryienka menempati peringkat ketiga. Juara bertahan Tour de France, Chris Froome, berada di peringkat ke-6, dan Michal Kwiatkowski berada di urutan ke-8.

Namun ilmuwan olahraga Fred Grappe, dosen di Université des Sports de Besançon yang juga menjadi salah satu konsultan tim FDJ, mempertanyakan legalitas penggunaan model skinsuit oleh Team Sky, yang memiliki bulatan-bulatan kecil yang tampak seperti panel di lengan bagian atas.

Fred Grappe menyatakan keheranannya dan mengunggahnya pada cuitan di akun Twitter-nya, yang tertulis :
“Apa kelebihannya dengan menempatkan semacam panel dengan bulatan-bulatan di dalam jersey di bagian lengan atas pada saat time trial? Apakah ini sesuai dengan regulasi?”
Fred juga menyertakan tautan dari blognya yang berisi alasan ilmiah dari penggunaan model skinsuit tersebut.

Reuters melaporkan setidaknya ada dua tim yang mempertanyakan boleh tidaknya penggunaan semacam panel di dalam jersey yang dipakai beberapa pembalap Team Sky, yang berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, bisa mempersingkat waktu tempuh hingga 1 detik per kilometernya.

Namun pihak juri Tour de France, Philippe Marien, mengatakan kepada Reuters, bahwa semacam panel yang dipakai Team Sky adalah bagian integral dari jersey yang dipakai, dan bukan aksesoris tambahan.

“Kami telah menanyakan kepada pihak direktur tim (Team Sky), dan diketahui bahwa hal itu bukanlah aksesoris tambahan,” ujar Philippe Marien.

Pihak Team Sky juga menyatakan pendapatnya. Melalui direktur olahraganya, Nicolas Portal, menyatakan, “Ada beberapa tim lain yang juga pernah memakai model seperti jersey yang sekarang kami pakai.”

(diolah dari road.cc)