8 Alasan Mengapa Bersepeda Komuting adalah Kegiatan yang Sangat Menguntungkan

Ilustrasi via Richard Baybutt / Cycling Weekly.

Bagi orang-orang yang mau berkomuting dengan sepeda, manfaatnya sangatlah nyata – dengan transportasi umum yang kadang mengalami penundaan, dan jalanan yang semakin penuh dengan kendaraan bermotor.

Di beberapa negara di Eropa, serta di Amerika Serikat, terdapat pusat persewaan sepeda, sekaligus juga pengadaan fasilitas atau infrastruktur bagi pesepeda. Fasilitas tersebut akan menunjang kegiatan bersepeda ke tempat kerja, sehingga akan menjadi kegiatan yang lebih menarik dan nyaman.

Berikut ini beberapa alasan mengapa bersepeda komuting adalah hal yang sangat menarik dan menguntungkan :

1. Perawatan mudah
Sepeda yang selalu dirawat akan bisa berfungsi dengan semestinya, dan kita tak perlu khawatir dan akan bisa selalu bersepeda sepanjang tahun. Sebagai kendaraan tak bermesin, perawatannya sangat mudah dan murah, jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor.

2. Secara tidak langsung, jadi lebih sehat
Bersepeda ke tempat kerja sekaligus bisa jadi sarana berolahraga. Kesehatan pun tetap terjaga.

3. Tak perlu punya sepeda; tak perlu juga harus bersepeda sepanjang perjalanan
Beberapa kampus di Indonesia memiliki sistem persewaan sepeda bagi mahasiswa dan karyawannya. Universitas Gadjah Mada adalah salah satunya. Setelah mengendarai kendaraan umum atau probadi dari rumahnya menuju kampus, mahasiswa atau karyawan bisa memanfaatkan sepeda kampus untuk berpindah dari satu kampus ke bagian lain dari universitas.

Bagi pengendara sepeda lipat, mereka bisa memilih moda transportasi dengan lebih fleksibel. Pasalnya, sepeda hanya perlu dilipat dan bisa dibawa ke dalam kereta api atau bus umum.

4. Kepadatan lalu lintas akan berjalan lebih cepat seandainya ada lebih banyak orang mau bersepeda
Beberapa pengguna sepeda motor atau mobil kadang meremehkan para pesepeda dan mengatakan bahwa pesepeda malah menglambat laju lalu lintas karena memang laju sepeda yang tidak bisa cepat. Namun, jika para pengguna kendaraan bermotor itu mau memilih untuk bersepeda, tentu mereka tak akan terjebak dalam kemacetan jalan, karena ukuran kendaraan bermotor yang jauh lebih bervolume daripada sepeda. Dengan lebih banyak orang bersepeda, tentu kepadatan lalu lintas juga akan berkurang, dan kemacetan pun akan bisa dikurangi.

Ilustrasi via Jack Elton-Walters / Cycling Weekly.

5. Bersepeda menghemat biaya
Pada poin sebelumnya dikatakan bahwa sepeda yang terawat dengan baik akan mendukung kegiatan harian dalam setahunnya, atau bahkan lebih. Terlebih lagi, sepeda adalah kendaraan tak bermesin, jadi tak perlu bahan bakar. Karena tak memerlukan bahan bakar, tentu saja tak akan ada pengeluaran untuk membeli BBM. Lalu bagaimana jika tempat tinggal jauh dari tempat kerja? Tanyakan ke diri sendiri. Hal yang perlu dilakukan adalah mau membiasakan diri.

6. Sepeda menjadi terapi untuk menjauhkan diri dari dunia maya
Jika sudah menemukan asyiknya bersepeda, kita akan lupa pada hal yang lain. Di masa kini, sebagian besar orang lebih mementingkan media sosialnya daripada bersosialisasi secara nyata. Dengan bersepeda, kita bisa melupakan sejenak dunia maya dan tak akan memegang gawai selama beberapa saat. Akan lebih menyenangkan lagi jika bersepeda dilakukan secara rombongan atau dengan teman-teman, sehingga akan tercipta sosialisasi yang nyata.

7. Lama waktu bersepeda bisa diprediki kok
Jika sudah mempraktekkan bersepeda berangkat dan pulang kerja selama beberapa kali, tentu kita sudah bisa menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Tak seperti dengan kendaraan bermotor atau kendaraan umum yang kadang terjebak macet, sepeda bisa melewati gang-gang kecil yang mungkin tak bisa dijangkau oleh kendaraan bermotor, sehingga akan mempersingkat jarak dan waktu tempuh.

Ilustrasi via Richard Baybutt / Cycling Weekly.

8. Mengenal kota lebih baik
Bersepeda adalah cara yang paling nyaman untuk menjelajah seluk beluk kota. Kita tak perlu sungkan melewati gang-gang kecil, karena sepeda memang tak bersuara. Dengan laju yang lamban, sepeda akan lebih aman saat melewati wilayah perkampungan yang biasanya padat.

Ilustrasi via Jim Davies / Cycling Weekly.

(diolah dari www.cyclingweekly.com)