Mendapat Manfaat dari Kafein Tanpa Mengganggu Kebiasaan Ngopi

Ilustrasi via Janie Airey / Getty Images.

Kita semua pasti tahu bahwa kafein bisa meningkatkan performa dan semangat. Apa yang terjadi jika kita sudah sangat terbiasa minum kopi di setiap harinya? Bisakah kita mendapatkan tambahan tenaga dari secuil porsi kopi sebelum mulai bersepeda, atau apakah kebiasaan ngopi itu jadi tak ada pengaruhnya?

Berita bagus : Sebuah penelitian terbaru terhadap pesepeda, yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology, menemukan bahwa meskipun dengan asupan kafein harian yang rutin – bisa dalam bentuk kopi, soda diet, atau gel kafein – tubuh kita masih akan mendapatkan boosting dari kafein yang dikonsumsi.

Hal yang akan menggembirakan bagi para pesepeda : “Beberapa pembalap sepeda memilih untuk mengurangi konsumsi kopi beberapa hari sebelum lomba atau ajang bersepeda, dengan harapan, pada hari-H nanti, mereka akan mendapatkan manfaat optimal dari suplemen kafein yang dikonsumsinya. Menurut penelitian ini, hal itu tak perlu dilakukan,” ujar Profesor Bruno Gualano, Ph.D., salah satu penggagas penelitian tersebut, yang berasal dari Universitas Sao Paulo.

“Hasil enelitian menunjukkan hal yang sedikit mengejutkan, asupan harian kafein yang sudah menjadi kebiasaan ternyata memengaruhi mood dan respon kognitif,” tambahnya. “Namun hal ini mungkin tak berlaku bagi para atlet yang mengandalkan endurance.”

Penelitian tersebut melibatkan 40 pesepeda pria, dengan tiga level berbeda konsumsi kafein harian (sedikit, menengah, dan banyak; level ‘banyak’ setara dengan 351 mg kafein per hari, atau 4 cangkir kopi). Mereka kemudian diminta untuk tak mengkonsumsi kopi selama 24 jam sebelum dan enam jam sebelum dilakukan tes time trial; masing-masing pesepeda diminta melakukan pemanasan, dan kemudian bersepeda hingga menghabiskan tenaga 420 kJ.

Hasilnya : Berdasarkan sampel darah yang diambil, tak ada perbedaan mencolok antara kebiasaan minum kopi dengan penambahan suplemen kafein beberapa jam sebelum mulai lomba. Suplemen kafein hanya menambah performa sekitar 3 persen saja, sementara konsumsi placebo hanya berdampak 2 persen pada penambahan performa.

Hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah bahwa penelitian tersebut hanya melibatkan sejumlah kecil orang dan terbatas pada satu macam gender (hanya pria), sehingga hasilnya kurang bisa diterapkan untuk masing-masing individu. Ditambah lagi, beberapa pesepeda mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap kafein. Bagi beberapa orang, kafein seperti memberi energi tambahan. Sementara untuk beberapa orang yang lain, tak ada hal yang istimewa dari tambahan kafein yang dikonsumsinya.

(diolah dari www.bicycling.com)