Tips Mudah Melibas Tikungan (Cornering)

Ilustrasi via Getty Images.

Cara paling cepat menuju ke sebuah tempat adalah dengan menarik garis lurus. Dalam kasus bersepeda, seringkali kita memilih jalan yang paling pendek. Namun kadang yang paling cepat belum tentu menyenangkan. Perjalanan bersepeda yang terbaik adalah dengan melalui banyak tikungan dan banyak tempat dengan pemandangan yang terus berganti. Apa artinya? Artinya, kita harus melewati jalanan yang tak melulu lurus, namun berkelok-kelok. Tentu saja, dengan banyaknya tikungan dan berbelok berkali-kali, kita harus bisa menguasai teknik membelok yang aman saat bersepeda…

Sebenarnya, saat berbelok di tikungan (cornering), dengan kecepatan yang bisa disebut ‘cepat’, kita membelokkan sepeda dengan berat tubuh kita sendiri, ke arah ke mana kita ingin berbelok. Artinya, stang atau handlebar hanya ‘membelok’ dengan sudut yang sangat tipis. Di jalan datar, cornering mungkin bisa dilakukan dengan mudah. Namun beda ceritanya jika kita melakukannya dengan kecepatan yang lebih tinggi, atau di jalanan yang menurun. Cornering yang bagus akan menghasilkan kenyamanan dan keamanan bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Untuk bisa melakukan cornering seperti layaknya pesepeda elit, yang perlu dilakukan adalah counter steering. Apa itu? Mungkin sedikit rumit, tapi begini penjelasannya. Cornering dilakukan dengan membebani sepeda ke satu arah (yang diinginkan) dengan tubuh, namun stang atau handlebar diarahkan sedikit ke arah yang berlawanan. Rumit kan? Namun, sekali dicoba, mungkin akan langsung paham dengan penjelasan singkat tersebut.

Beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan agar bisa menjadi master saat cornering :
1. Rendahkan tubuh
Rasanya akan lebih aman dan nyaman jika pusat gravitasi tubuh berada di posisi yang lebih rendah, sehingga jaraknya dengan muka tanah akan lebih dekat, pada saat menikung. Jika menggunakan road bike, bisa memegang bagian dropnya, atau cukup dengan menekuk siku dan sedikit menundukkan badan jika menggunakan flatbar.

2. Rileks
Cornering membutuhkan kerjasama tubuh yang baik. Karena didominasi dengan berat tubuh, maka kaki, tangan dan bagian tubuh yang lain juga harus rileks. Jika tidak rileks, bisa jadi pada saat menikung malah akan membuat panik. Dalam poin sebelumnya sudah disebutkan bahwa untuk merendahkan posisi tubuh bisa dengan sedikit menekuk siku, dan hanya bisa dilakukan jika tangan (siku) rileks dan mengikuti ayunan gerak sepeda.

3. Kurangi kecepatan sebelum tikungan
Mengerem artinya membuat sepeda jadi ‘tegang’ dan sebaiknya dilakukan pada saat posisi sepeda tegak, bukan pada saat berada di tikungan. Jadi, lebih aman jika kecepatan sudah melambat sebelum menikung. Kenapa? Karena jika pengereman terlalu keras dilakukan pada saat menikung, kemungkinan ban selip akan lebih besar, dan tentu saja bisa menyebabkan jatuh.

4. Pandangan tetap ke depan
Sepeda yang sedang kita naiki akan mengikuti ke mana mata kita memandang; karena tubuh kita yang menggerakkannya. Poin-poin tujuan di depan harus ditentukan dengan jelas, karena pada saat bersepeda, khususnya pada saat menikung, seluruh tubuh kita menentukan gerakan berikutnya yang akan terjadi dan yang akan dilakukan pada sepeda.

(diolah dari www.bicycling.com)