6 Hal yang Sering Lupa Disarankan buat Pesepeda Newbie

Ilustrasi via jatikulon.blogspot.com.

Setiap orang yang pernah bersepeda pasti diawali dari sepeda yang berukuran kecil, lalu berganti seiring dengan ukuran tubuh yang tumbuh dan berkembang. Setiap pesepeda pasti pernah mengalami masa-masa sebagai newbie. Komunitas-komunitas sepeda lokal sering menerima para pesepeda ‘baru’ dengan senang hati; sekaligus sebagai sarana menambah anggota komunitas itu. Bagi orang yang sudah lama di dalam komunitas sepeda, kadang mereka lupa menyarankan hal-hal basic alias mendasar bagi para pesepeda newbie. Dan seringkali, hal-hal tersebut tak terlalu dipahami oleh para newbie.

• Tak usah memakai celana dalam saat memakai celana padding
Bagi sebagian besar pesepeda, saat memakai celana padding atau cycling short, mereka memilih untuk tidak memakai celana dalam. Megan Ruble, seorang pembalap cyclocross dan kadang road bike berpendapat, “Satu bulan pertama pada saat dahulu kenal bersepeda, aku selalu memakai celana dalam dan di luarnya memakai celana padding. Setelah mencoba untuk hanya memakai celana padding, wow, rasanya benar-benar berbeda : nyaman.”

Nilai minus dari memakai celana dalam saat bersepeda (dengan memakai celana padding) adalah timbulnya ruam di bagian kulit yang berada di tepian celana dalam. Celana dalam juga akan menjebak keringat.

Ilustrasi via pakaians.com.

• Bike fitting adalah hal yang penting
Bike fitting adalah hal yang penting. Kenapa? Fitting yang pas akan membuat rasa yang selalu nyaman pada saat mengendarai sepeda, juga akan mencegah cedera yang tidak diinginkan, dan kayuhan pun jadi lebih efisien. Jika ada rasa sakit atau nyeri setelah bersepeda, atau terasa kurang nyaman atau pas selama mengendarai sepeda, hal itu juga menandakan bahwa sebenarnya kita membutuhkan bike fitting yang tepat. Tanda-tanda paling mudah jika fitting sepeda kurang sesuai adalah pantat yang terasa cepat panas pada saat bersepeda, kram di bagian tangan jika lama memegang stang, atau leher yang nyeri. Bike fitting yang profesional memang membutuhkan biaya yang mahal. Jika kita mau ‘memahami’ diri kita sendiri dan mencoba sedikit demi sedikit setelan sepeda yang berbeda, kita akan menemukan kenyamanan bagi diri kita sendiri.

• Jadikan shifting kebiasaan yang menyenangkan
Sepeda multispeed memang memberikan banyak keuntungan bagi pengendaranya. Multispeed tentu saja dilengkapi dengan shifter untuk mengoper gigi atau shifting. Jika dirasa kayuhan mulai berat, maka sebaiknya gigi dioper agar ritme kayuhan (cadence) tetap sama dan nyaman. Pada umumnya, cadence yang paling nyaman adalah antara 80 – 90 rpm. Beberapa cycle computer juga sudah memiliki fitur penghitung cadence.

Ilustrasi via milelonglegs.com.

• Perawatan mendasar sepeda
Sebelum memulai bersepeda, sebaiknya lakukanlah check up kilat pada sepeda. Dimulai dari ban. Apakah gembos? Jika tekanan ban kurang, maka sebaiknya dipompa terlebih dahulu. Pesepeda newbie kadang terlalu bersemangat dalam memompa. Dengan harapan agar kekerasan ban awet, mereka malah memompa ban dengan tekanan yang berlebih. Seseorang dengan berat badan antara 55 – 60 kg, jika menggunakan sepeda balap (ban 700c), tekanan ban cukup sekitar 75 PSI.

Selanjutnya, sedikit saja diperiksa, apakah ada yang berubah dengan handlebar dan sadel, apakah masih berada dalam satu garis lurus, atau ada yang sudah agak ‘berganti arah’, yang mungkin disebabkan oleh tak sengaja terbentur dinding atau ambruk. Rem juga dicek, apakah masih bisa mengerem dengan pakem. Juga jangan sampai lupa, jika rantai mulai mengering, lumasilah terlebih dulu.

• Aksesoris handlebar jangan sampai mengganggu rem – shifter
Tuas rem dan shifter semuanya terpasang di handlebar. Begitu juga dengan kabel-kabelnya, semuanya berawal dari bagian handlebar. Aksesoris penunjang keamanan dan keselamatan bersepeda, beberapa di antaranya juga terpasang di handlebar, seperti bicycle computer atau speedometer, bel dan lampu. Beberapa bicycle computer dan lampu sepeda masih menggunakan kabel agar bisa berfungsi. Pemasangan aksesoris dan kabel-kabelnya sebaiknya jangan sampai mengganggu kerja dari rem dan shifter. Aturlah sedemikian rupa sehingga kita merasa nyaman dengan pemasangan aksesoris tersebut.

Ilustrasi via velo-orange.blogspot.com.

• Kenyamanan bersepeda adalah hal yang utama
Mulai dari tak memakai pakaian dalam saat mengenakan celana padding, kemudian mengatur tinggi-rendahnya sadel dan kemiringiannya agar nyaman, beberapa hal itu dilakukan untuk mendapatkan satu hal : kenyamanan saat duduk. Para pelari punya keluhan jika kemudian mengalami blister ataupun kuku jari kaki yang terdesak sepatu; pesepeda punya keluhan tentang pantat yang terasa ‘panas’. Tiap pesepeda pasti pernah merasakannya, dan hal itu adalah hal yang lumrah.

(diolah dari www.bicycling.com)