Cerita di balik 8 Jersey Ikonik

Ilustrasi via @bicycledesign

• Bianchi
Adalah Fausto Coppi, kemenangannya yang begitu bersejarah dan terkenal, yang ‘mengangkat’ pamor jersey Bianchi di dunia balap sepeda. Saat memenangi sebuah etape balap, Fausto Coppi hampir selalu berada satu menit di depan pesepeda di belakangnya. Kemunculannya yang ‘sendirian’ di garis finish membuat ciri khas Bianchi melekat padanya.

• BIC
BIC, yang memang merk sebuah bolpoin, adalah sponsor pertama yang memiliki komitmen memberikan suntikan dana yang utuh untuk sebuah tim. Memang tim BIC memiliki supplier untuk jersey-nya, namun tulisan “BIC” adalah satu-satunya tulisan yang terpampang di jersey tim. Tim BIC aktif pada tahun 1967 hingga 1974.

• Gan – Mercier
Gan adalah sebuah perusahaan asuransi dari Prancis yang bekerjasama menjadi sponsor dengan Mercier, produsen sepeda yang juga dari Prancis. Tim ini aktif dari tahun 1972 hingga 1976. Mercier sendiri punya sejarah panjang di dunia balap sepeda. Pabrikan Prancis itu menjadi sponsor sebuah tim balap sepeda dari tahun 1935 hingga 1983.

• Molteni
Pada tahun 1971, Molteni ‘mengakuisisi’ tim tempat bernaung Eddy Merckx, Faema – Faemino, dengan tujuan utama adalah ‘mendukung Eddy Merckx jadi juara’. Karena dukungan tim yang luar biasa, hanya ada satu pilihan buat Eddy Merckx pada saat itu : menang. Hasilnya, 7 gelar Grand Tour, 2 kali Juara Dunia, dan 11 kali juara balap Monument dihasilkan selama bergabung dengan tim Molteni.

• Polka Dot
Sejak Tour de France 1933 sudah ada klasifikasi pembalap King of Mountains (KOM), namun jersey polka dot baru digunakan sejak balapan tahun 1975 oleh Lucien van Impe, yang pada saat itu berhasil meraih gelar Kings of Mountains Tour de France untuk ketiga kalinya. Lucien total memenangi enam kali gelar tersebut.

• Rainbow Molteni
Garis berwarna pelangi (rainbow) di jersey pemegang gelar juara dunia melambangkan semua warna bendera dari negara yang mengikuti ajang Olimpiade modern pertama di tahun 1896. Eddy Merckx memakai jersey rainbow di Tour de France 1975. Di etape 14, ada kejadian Eddy Merckx dipukul oleh salah seorang penonton di Puy-de-Dome. Di etape selanjutnya, dia kalah dari pesepeda tim Peugeot, Bernard Thevenet, dan di etape ke-17 Eddy mengalami kecelakaan. Namun di etape terakhir di Paris, Eddy berhasil menempati posisi kedua.

• Salvarani
Salvarani adalah merk dari pembuat perlengkapan dapur. Di tahun 60an, desainnya terinspirasi dari Vespa dan Fiat, dan mewakili sisi feminin dari negaranya, Italia. Di masa jayanya, perusahaan itu juga menjadi sponsor acara konser musik, salah satunya adalah The Beatles.

• Peugeot (kuning)
Jersey ini dipakai oleh Bernard Thevenet, saat pada akhirnya mengakhiri dominasi Eddy Merckx, dan memenangi Tour de France edisi tahun 1975.

(diolah dari www.bicycling.com)